Seekor tapir yang sebelumnya viral terlihat berkeliaran di Jalan Lintas Timur Sumatera, Kabupaten Mesuji, Lampung, diduga dibunuh oleh sekelompok warga.

Video yang memperlihatkan bangkai satwa dilindungi tersebut telah dipotong-potong kini ramai beredar di media sosial.

>>> Komandan IRGC Iran Muncul Pertama Kali Jelang Pemakaman Ali Khamenei

Menanggapi hal tersebut, Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Bengkulu mengirimkan tim ke Kabupaten Mesuji untuk menelusuri informasi terkait kematian tapir.

Langkah tersebut dilakukan guna memastikan kronologi kejadian secara menyeluruh.

"Ya, kami sudah dapat informasinya bahwa tapir yang viral di Mesuji telah mati disembelih warga.

Saat ini tim kami juga telah menuju lokasi untuk berkomunikasi dengan Polres serta melakukan peninjauan langsung," kata Kepala Seksi Konservasi Wilayah III Lampung BKSDA Bengkulu Itno Itoyo saat dihubungi dari Bandarlampung, Jumat (3/7).

Itno menjelaskan, pihaknya pertama kali menerima potongan video pada Kamis (2/7) pagi yang memperlihatkan seekor tapir melintas di Jalan Lintas Register 45, Kabupaten Mesuji.

Dari video tersebut, terlihat seolah-olah warga sedang berupaya menyelamatkan satwa yang dilindungi itu.

"Maka kami telah melakukan imbauan melalui media sosial untuk mencegah masyarakat melakukan tindakan yang dapat membahayakan satwa liar maupun keselamatan warga," katanya.

Hingga sore hari, BKSDA masih meyakini tapir tersebut dalam kondisi hidup. Namun, tidak lama kemudian pihaknya kembali memperoleh informasi beserta rekaman video yang menunjukkan satwa tersebut telah mati.

"Setelah menerima informasi kedua itu, tim BKSDA langsung berkoordinasi dengan pihak kepolisian untuk mengumpulkan data dan informasi pendukung di lapangan," katanya.

Dari hasil koordinasi awal, BKSDA juga memperoleh informasi bahwa orang-orang yang diduga terlibat dalam pembunuhan tapir tersebut telah diamankan aparat kepolisian.