Iran memberikan peringatan keras kepada Amerika Serikat dan Israel untuk tidak melancarkan serangan selama prosesi pemakaman Pemimpin Tertinggi Ayatollah Ali Khamenei.

Komandan Markas Besar Pusat Khatam Al Anbiya, Ali Abdollahi, menyatakan bahwa Iran akan mengambil langkah tegas jika AS-Israel tetap meluncurkan operasi.

>>> Angela Featherstone, Pemeran Linda di The Wedding Singer, Kini di Usia 60-an

"Kami memperingatkan musuh-musuh Iran, khususnya AS dan rezim Zionis untuk menghindari kesalahan perhitungan dan memikirkan pembalasan keras yang akan dilakukan angkatan bersenjata kami terhadap setiap ancaman dan agresi terhadap negara kami," kata Abdollahi pada Kamis (2/7), dikutip Reuters.

Khamenei tewas dalam serangan brutal AS dan Israel pada akhir Februari lalu. Iran selama ini menunda pemakaman karena pertempuran terus terjadi.

Saat ini, AS dan Iran sedang dalam masa gencatan senjata dan terus mengupayakan negosiasi untuk mengakhiri perang.

Rangkaian Pemakaman

Prosesi pemakaman Khamenei akan dimulai pada 4 Juli hingga puncaknya 9 Juli.

>>> Spesifikasi TVS Callisto 110, Skutik Murah Pesaing Honda Beat

Jenazah Khamenei akan disemayamkan di Masjid Agung Imam Khomeini pada 4 dan 5 Juli. Para pelayat diperkirakan akan berpartisipasi dalam acara penghormatan terakhir ini.

Prosesi pemakaman kemudian akan digelar di Teheran pada 6 Juli, diikuti dengan upacara di Qom pada 7 Juli serta di kota-kota suci Irak, Najaf dan Karbala, pada tanggal 8 Juli.

Tahap akhir rangkaian upacara pemakaman akan berlangsung pada 9 Juli di kota suci Mashhad.

>>> Propam Periksa Petugas Jaga Polres Kolaka Buntut 11 Tahanan Kabur

Pejabat Iran mengatakan perwakilan dari 100 negara termasuk Pakistan dan Rusia diperkirakan hadir dalam prosesi tersebut.