Jutaan warga Iran bersiap menghadiri prosesi pemakaman enam hari bagi Pemimpin Tertinggi Ali Khamenei yang tertunda.

Acara ini dirancang untuk menunjukkan ketahanan nasional setelah kematiannya dalam serangan militer AS-Israel pada Februari lalu.

>>> Sabuk Benteng Ukraina di Donbas: Pertahanan Brutal yang Menahan Gempuran Rusia

Wakil Presiden Pertama Mohammad Reza Aref, yang bertindak sebagai ketua penyelenggara pemakaman, menyebut prosesi multi-kota ini sebagai peristiwa yang sangat penting bagi negara.

Jenazah mantan pemimpin itu juga akan dibawa melalui kota suci Syiah Irak, Karbala dan Najaf, atas permintaan politisi Irak.

Pengamanan diperketat karena tantangan pengendalian massa dan potensi risiko terorisme, mengingat kekacauan dalam pemakaman besar sebelumnya pada 1989 dan 2020.

Pemerintah memerintahkan kantor pemerintah dan swasta tutup dari Sabtu hingga Senin, serta memberlakukan penutupan wilayah udara dan pembatasan lalu lintas ketat.

Acara publik ini bertepatan dengan bulan Muharram, bulan pertama kalender Islam, yang secara eksplisit mengaitkannya dengan simbol perlawanan Syiah.

Penyelenggara memasang materi promosi yang menekankan persatuan nasional di samping pesan keagamaan di seluruh ibu kota.

Mohammad Reza Aref menyebut acara ini sebagai "peristiwa paling penting abad ini" dan yang paling banyak dihadiri sejak revolusi 1979.

>>> Sosok Sandy Walsh Resmi Gabung Persib Bandung, Bek Timnas Indonesia Siap Perkuat Maung Bandung

Skala pemakaman bertujuan menyampaikan pesan politik global saat negara menjalani transisi kepemimpinan.

Putra Khamenei sekaligus penggantinya, Mojtaba Khamenei, masih absen dari publik setelah cedera parah dalam serangan udara yang sama pada Februari lalu.

Serangan itu juga menewaskan beberapa anggota keluarga.

Ketua Parlemen yang ditangguhkan, Mohammad Bagher Ghalibaf, menyatakan, "Kita harus bangkit dan menyampaikan seruan bangsa untuk pertumpahan darah ke dunia, agar dunia tahu bahwa bangsa Iran yang mulia tidak akan diam menghadapi penindasan."

Sekitar 30 negara akan mengirim perwakilan ke prosesi Jumat, namun pejabat Barat tidak diundang. Kementerian Luar Negeri mengkritik sikap diplomatik negara-negara Eropa terkait serangan awal di wilayah Iran.

Setelah upacara awal di Masjid Agung Mosalla Teheran, jenazah akan dibawa ke Qom pada Selasa sebelum ke Irak.

>>> Neraca Dagang Indonesia Surplus USD 4,03 Miliar Sepanjang Januari–Mei 2026

Pemakaman terakhir dijadwalkan pada Kamis di tempat suci Imam Reza di Mashhad, kota kelahiran Khamenei.