Sabuk Benteng Ukraina di Donbas: Pertahanan Brutal yang Menahan Gempuran Rusia
Di kota kecil Lyman, Ukraina, kabel fiber optik bekas pakai menggantung di gedung-gedung seperti jaring laba-laba raksasa.
Kabel itu digunakan untuk mengendalikan drone mematikan yang diterjunkan Rusia dan Ukraina, dan kini menumpuk begitu tebal sehingga drone baru kesulitan terbang melewatinya.
>>> Sosok Sandy Walsh Resmi Gabung Persib Bandung, Bek Timnas Indonesia Siap Perkuat Maung Bandung
Di bawah untaian kabel yang berkilauan, blok-blok perumahan hancur akibat tembakan artileri.
Moskow masih terus mendorong pasukannya setiap hari untuk merebut kota yang sempat mereka duduki hingga serangan balasan Ukraina tahun 2022.
Sekitar 1.000 warga sipil yang tersisa tinggal di ruang bawah tanah tanpa listrik, gas, atau air ledeng.
Lyman adalah pos terdepan utara dari "sabuk benteng", serangkaian kota yang penting bagi pertahanan Ukraina di wilayah Donbas.
Sabuk ini menjadi simbol strategi Kyiv yang kontroversial namun berlangsung bertahun-tahun: mengikat dan menguras pasukan Rusia di Ukraina timur dalam lanskap perkotaan yang dikelilingi pepohonan dan sungai.
Kisah Warga yang Terjebak
Oleksandr Pavlovych, seorang penjual sayur, melarikan diri dari Lyman sehari sebelum bertemu dengan Guardian di pusat evakuasi di Sloviansk.
Ibunya yang berusia 78 tahun terkena pecahan peluru di perut. Sepanjang hari yang panjang, ia meninggal perlahan tanpa pertolongan.
Pavlovych menguburkannya di kebun, lalu naik sepeda menempuh 30 km menuju tempat yang relatif aman.
Ia selamat dari serangan drone FPV Rusia yang meledak di jaring anti-drone di jalan, dengan baterai mengenai pergelangan kakinya.
"Kota ini sangat rusak," katanya sambil membereskan barang bawaannya. "Kamu harus pergi ke taman pusat untuk mendapat sinyal ponsel.
Dan di luar, drone ada di mana-mana. Kami takut pergi.
Update Terbaru
Algeria Hadapi Swiss di Babak 32 Besar Piala Dunia
Jumat / 03-07-2026, 16:06 WIB
Kebakaran Hutan di Colorado Paksa Pembatalan Kembang Api 4 Juli
Jumat / 03-07-2026, 16:06 WIB
Dodgers Hadapi Padres dalam Empat Pertandingan di Dodger Stadium
Jumat / 03-07-2026, 16:01 WIB
Saham Meta Melonjak Hampir 9% Usai Rencana Masuk Pasar Cloud Computing
Jumat / 03-07-2026, 16:01 WIB
Investigasi Ungkap Kesenjangan Rasial dalam Penanganan Nyeri Persalinan
Jumat / 03-07-2026, 16:00 WIB
Kebakaran TPA Jatiwaringin Masih Berlangsung, 30 Persen Area Terkendali
Jumat / 03-07-2026, 16:00 WIB
Wanita Tunagrahita di Jombang Tewas Dianiaya Kakak karena Bumbu Pecel
Jumat / 03-07-2026, 16:00 WIB
Tapir Nyasar di Mesuji Lampung Disembelih Warga, 4 Orang Ditangkap
Jumat / 03-07-2026, 16:00 WIB
Komandan IRGC Iran Muncul Pertama Kali Jelang Pemakaman Ali Khamenei
Jumat / 03-07-2026, 16:00 WIB
Kanada Mulai Salurkan Bantuan Belanja Bulanan yang Ditingkatkan
Jumat / 03-07-2026, 15:57 WIB
OJK Dorong Literasi Pasar Modal Syariah di Kalangan Generasi Muda
Jumat / 03-07-2026, 15:56 WIB
NHM Peduli Hibahkan Alat USG Jantung Anak ke RSUD Tobelo
Jumat / 03-07-2026, 15:56 WIB
Purbaya Pastikan APBN Sehat, Defisit Dijaga di Bawah 3 Persen
Jumat / 03-07-2026, 15:56 WIB
Wamendagri Bima Arya Minta Kepala Daerah Jaga Integritas
Jumat / 03-07-2026, 15:56 WIB






