Sabuk Benteng Ukraina di Donbas: Pertahanan Brutal yang Menahan Gempuran Rusia
Tapi ketika ibu saya meninggal, saya takut tinggal sendirian."
Strategi Sabuk Benteng
Beberapa kota Donbas, termasuk Pokrovsk dan Bakhmut, telah jatuh setelah pengepungan berdarah yang menghapus mereka dari peta. Yang lain bertahan di ambang kehancuran.
Namun pada Mei, untuk pertama kalinya sejak serangan balasan Ukraina tahun 2023, Kyiv merebut lebih banyak wilayah daripada yang direbut Rusia.
Ada tanda-tanda bahwa gelombang perang mungkin akhirnya berbalik menguntungkan Ukraina.
Serangan drone Ukraina semakin menghancurkan jalur pasokan panjang Moskow di Donbas dan Krimea. Pertahanan gigih sabuk benteng telah menyerap banyak nyawa dan upaya Rusia.
Sabuk benteng diidentifikasi potensinya pada tahun 2015 di bawah presiden Petro Poroshenko, setelah Rusia merebut Krimea dan pertempuran dimulai di Ukraina timur.
Strategi ini membayangkan garis pertahanan berdasarkan empat kota besar di Oblast Donetsk dan permukiman satelitnya, membentang 30 mil dari utara ke selatan di sepanjang jalan raya H-20 Kostyantynivka-Sloviansk.
Wilayah ini terdiri dari konsentrasi pusat perkotaan padat, seringkali dengan fasilitas industri yang luas di dekatnya, dan geografi kompleks sungai, hutan, dan medan naik yang menguntungkan para pembelanya.
Dalam makalah April tentang pentingnya sabuk ini, lembaga think tank AS Institute for the Study of War menggambarkannya sebagai "dioptimalkan untuk pertahanan di hampir setiap karakteristik topografis dan geografis yang mungkin" dan mengatakan itu memberi Ukraina keuntungan signifikan.
"Biaya tinggi yang dibayar Rusia dalam Pertempuran Bakhmut atau kampanye untuk Pokrovsk akan pucat dibandingkan dengan yang diperlukan untuk merebut sabuk benteng, dengan asumsi pasukan Rusia bahkan bisa berhasil," tambahnya.
Intensitas serangan Rusia telah meningkat tajam dalam beberapa pekan terakhir, tetapi untuk saat ini pasukan Rusia hanya membuat sedikit kemajuan konkret, sementara semakin banyak nyawa dimasukkan ke dalam "penggiling daging" Kremlin.
Update Terbaru
Dodgers Hadapi Padres dalam Empat Pertandingan di Dodger Stadium
Jumat / 03-07-2026, 16:01 WIB
Saham Meta Melonjak Hampir 9% Usai Rencana Masuk Pasar Cloud Computing
Jumat / 03-07-2026, 16:01 WIB
Investigasi Ungkap Kesenjangan Rasial dalam Penanganan Nyeri Persalinan
Jumat / 03-07-2026, 16:00 WIB
Kebakaran TPA Jatiwaringin Masih Berlangsung, 30 Persen Area Terkendali
Jumat / 03-07-2026, 16:00 WIB
Wanita Tunagrahita di Jombang Tewas Dianiaya Kakak karena Bumbu Pecel
Jumat / 03-07-2026, 16:00 WIB
Tapir Nyasar di Mesuji Lampung Disembelih Warga, 4 Orang Ditangkap
Jumat / 03-07-2026, 16:00 WIB
Komandan IRGC Iran Muncul Pertama Kali Jelang Pemakaman Ali Khamenei
Jumat / 03-07-2026, 16:00 WIB
Kanada Mulai Salurkan Bantuan Belanja Bulanan yang Ditingkatkan
Jumat / 03-07-2026, 15:57 WIB
OJK Dorong Literasi Pasar Modal Syariah di Kalangan Generasi Muda
Jumat / 03-07-2026, 15:56 WIB
NHM Peduli Hibahkan Alat USG Jantung Anak ke RSUD Tobelo
Jumat / 03-07-2026, 15:56 WIB
Purbaya Pastikan APBN Sehat, Defisit Dijaga di Bawah 3 Persen
Jumat / 03-07-2026, 15:56 WIB
Wamendagri Bima Arya Minta Kepala Daerah Jaga Integritas
Jumat / 03-07-2026, 15:56 WIB
Wamendagri: Karnaval Budaya Nusantara Bukti Sinergi Antarkota
Jumat / 03-07-2026, 15:56 WIB
Link Download Super Bear Adventure Apk Beta Uptodown 12.0.03, Apakah Aman?
Jumat / 03-07-2026, 15:51 WIB






