Volkswagen semakin dekat dengan langkah yang sebelumnya dianggap tabu: menjual mobil yang dikembangkan di China di Eropa, bahkan mungkin merakitnya di pabrik Jerman.

Namun, tidak semua eksekutif VW setuju. CFO Arno Antlitz dilaporkan menentang gagasan tersebut.

>>> Hyundai Elantra Wagon Versi Digital, Tampil Lebih Proporsional

Menurut sumber internal yang berbicara dengan Handelsblatt, studi kelayakan telah dimulai untuk mengevaluasi apakah rencana ini layak secara finansial.

Studi ini mencakup impor kendaraan utuh dari China serta kemungkinan perakitan di Eropa, baik mobil utuh maupun komponen utamanya.

Sumber perusahaan menekankan bahwa proposal ini masih bersifat eksploratif dan bisa saja dibatalkan.

Mobil Pertama yang Diimpor

Laporan awal pada Mei menyebut VW mempertimbangkan ID. Era 9X, model yang diproduksi di China bersama SAIC, untuk diluncurkan di Eropa.

Namun, Handelsblatt kini melaporkan bahwa VW condong ke model lain yang belum diluncurkan di China.

Model tersebut diperkirakan memiliki ukuran mendekati Touareg dan akan menggunakan platform CSP (China Scalable Platform) milik VW sendiri.

Platform ini tidak berbagi teknologi dengan SAIC, memberi VW kendali penuh atas teknologi kendaraan.

>>> Hyundai Elantra Wagon Versi Digital, Tampil Lebih Proporsional

Penyesuaian diperlukan untuk memenuhi persyaratan pasar Eropa, termasuk perubahan pada sistem bantuan pengemudi, material, dan perangkat lunak.

Cara Menghindari Tarif

Kendaraan yang diimpor dari China akan dikenakan tarif.

Saat ini, bea masuk anti-subsidi UE untuk mobil listrik China bervariasi: SAIC 35%, BYD 17%, dan Tesla di bawah 8%, ditambah tarif standar UE.

Merakit kendaraan di Eropa adalah cara jelas untuk menghindari tarif tersebut.

Sumber menyebut pabrik Zwickau sebagai lokasi potensial, meski belum ada keputusan final.

Keuntungan lain adalah meningkatkan utilisasi pabrik Jerman. Perwakilan pekerja disebut terbuka mengevaluasi model China tambahan, asalkan melengkapi, bukan menggantikan, komitmen yang ada.

Tidak Semua Setuju

CEO Oliver Blume mendukung ide ini, tetapi CFO Arno Antlitz memperingatkan agar tidak "membangun kendaraan dari pesaing yang sama sekali tidak terkait di China lalu memberi merek dengan citra kualitas Volkswagen."

>>> Penjualan Dodge Charger Bensin Melonjak 404%, Versi Listrik Anjlok

Perbedaan pendapat di jajaran eksekutif menunjukkan bahwa langkah ini masih jauh dari pasti.