TikTok Indonesia akhirnya memberikan tanggapan mengenai kabar pemangkasan karyawan yang disebut menimpa karyawan mereka di Indonesia.

Dalam keterangan yang diterima, Kamis (02/07), pemangkasan ini dilakukan dalam rangka menyelaraskan organisasi riset dan pengembangan perusahaan.

>>> Gaya Sporty Luxe Olla Ramlan Dampingi Tristan Molina di Hyrox Jakarta 2026

“Kami tengah menyelaraskan organisasi riset dan pengembangan (R&D) pada ranah yang dapat mendorong pertumbuhan jangka panjang yang berkelanjutan bagi bisnis kami, komunitas kreator, dan penjual di platform kami,” kata Juru Bicara TikTok.

Perusahaan menyebut bahwa keputusan ini bukanlah hal yang mudah dan setelah ini perusahaan akan fokus memberikan dukungan bagi karyawan yang terdampak.

“Ini bukanlah keputusan yang mudah, dan kami fokus untuk memberikan dukungan kepada rekan-rekan yang terdampak selama masa transisi ini,” tambah perusahaan.

Ke depannya, TikTok menegaskan bahwa perusahaan akan terus melakukan investasi di Tokopedia sebagai bagian dari strategi mereka untuk mendorong Tokopedia menjadi platform yang lebih baik bagi pengguna dan penjual.

“Serta terus memberdayakan pelaku usaha lokal dalam membangun ekosistem e-commerce yang berkelanjutan di Indonesia,” tambah mereka.

>>> Curhatan Sarah Gibson Viral, Profil Selebgram dan Pengusaha Ini Ramai Dicari Warganet

Tidak disebutkan berapa banyak karyawan yang terkena putaran PHK massal ini.

Namun menurut laporan dari akun @ecommurz, induk TikTok, ByteDance, dikabarkan telah melakukan pemangkasan massal pada hampir 90 persen karyawan Tokopedia di Indonesia.

Pemangkasan ini berdampak ke karyawan di divisi Tech, Research & Development (RnD), Trust and Safety, dan juga Finance.

Setelah pemangkasan ini dilakukan, ByteDance disebut hanya mempertahankan sekitar 10 persen dari karyawan Tokopedia di Indonesia.

>>> Nonton Download Film Enola Holmes 3 Sub Indo serta Link bukan LK21 tapi di Netflix: Menghilangnya Sherlock Menghancurkan Rumah Tangga Enola

Tak hanya di Indonesia, TikTok juga dikabarkan melakukan pemangkasan di negara lain, salah satunya memangkas sekitar 300 posisi pekerjaan di Dublin, Irlandia, sebagai bagian dari restrukturisasi perusahaan secara global.