Ketidakpastian mengenai insentif kendaraan listrik mulai berdampak pada industri otomotif nasional. Jika terus berlarut, kondisi ini bisa menekan performa sektor tersebut.

Juru Bicara Kementerian Perindustrian (Kemenperin), Febri Hendri Antoni, menyatakan situasi yang menggantung membuat masyarakat menahan diri untuk membeli kendaraan.

>>> Penampakan Stiker Penunggak Pajak Kendaraan, Dilarang Isi BBM!

Akibatnya, penjualan otomotif dalam negeri terancam menurun.

"Kami meminta agar industri dan konsumen produk otomotif segera diberi kepastian," ujar Febri di Jakarta, Selasa, seperti dikutip dari Antara.

Febri menambahkan, Kemenperin berharap pemangku kebijakan dari lembaga lain segera mengambil langkah konkret.

"Kami mohon agar pengambil kebijakan di kementerian/lembaga lain segera memberikan kepastian terkait insentif tersebut," katanya.

Dampak Ketidakpastian Insentif

Indonesia pernah mengalami situasi serupa pada 2024, ketika subsidi motor listrik tidak mendapatkan kepastian keberlanjutan hingga 2025.

Akibatnya, penjualan motor listrik tahun 2025 hanya mencapai 55.059 unit, turun tajam dari 77.078 unit pada 2024.

>>> HAK JAWAB - Atas Pemberitaan Mengenai Mahasiswa Universitas 'Aisyiyah Yogyakarta

Untuk menghadapi tantangan di semester kedua tahun ini, Kemenperin terus merangkul berbagai asosiasi industri. Langkah ini diambil untuk memperkuat pemasaran produk manufaktur dalam negeri dan mendongkrak penjualan.

Sebelumnya, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa memberi sinyal bahwa pemerintah tengah menyiapkan insentif untuk kendaraan listrik.

Targetnya, insentif ini mencakup 100 ribu unit mobil listrik dan 100 ribu unit sepeda motor listrik tahun ini.

Untuk sepeda motor listrik, pemerintah memproyeksikan insentif sebesar Rp5 juta per unit. Sementara untuk mobil listrik, pemerintah berencana memberikan Pajak Pertambahan Nilai Ditanggung Pemerintah (PPNDTP).

Namun, besaran dan skema final dari bantuan ini masih menunggu pembahasan antara kementerian dan lembaga terkait.

Selain memacu penjualan, insentif ini juga dipandang sebagai strategi menekan impor bahan bakar minyak (BBM) di tengah prediksi harga minyak global yang tetap tinggi.

>>> 5 Aplikasi Game Terpercaya untuk Kumpulkan Saldo Dana di 2026

Program insentif ini pada dasarnya adalah salah satu strategi pemerintah untuk mempercepat adopsi kendaraan ramah lingkungan.