Timnas AS Hadapi Bosnia di Babak 32 Besar Piala Dunia 2026
Tim nasional sepak bola putra Amerika Serikat akan menghadapi Bosnia dan Herzegovina pada babak 32 besar Piala Dunia 2026, Rabu, 1 Juli 2026.
Pertandingan ini menjadi ujian bagi pelatih Mauricio Pochettino yang tengah membangun kembali budaya tim dan menjaga antusiasme penggemar domestik.
>>> Kerapuhan Pertahanan Bayangi Swiss dan Aljazair Jelang Laga Knockout
Perjalanan Pochettino Bersama USMNT
Pochettino mengambil alih program pada akhir 2024 setelah tim tersingkir di fase grup Copa América 2024 di bawah pelatih sebelumnya, Gregg Berhalter.
Federasi Sepak Bola AS mendatangkan pelatih asal Argentina tersebut dengan bantuan dana dari donor utama untuk mengubah budaya yang dianggap terlalu nyaman sebelum menjadi tuan rumah Piala Dunia.
Pochettino merombak skuad dengan menguji lebih dari 70 pemain selama 18 bulan, yang menghasilkan kekalahan awal pada 2025 melawan Panama, Kanada, Turki, dan Swiss sebelum akhirnya mencatat lima pertandingan tak terkalahkan pada musim gugur.
Pembenahan taktik menghasilkan enam gol di fase grup dari pemain seperti Folarin Balogun serta integrasi starter baru seperti bek Alex Freeman dan kiper Matt Freese.
Filosofi dan Tantangan
Pochettino dikenal dengan pendekatan psikologis yang menekankan kedalaman emosi dan energi universal, termasuk menyimpan nampan lemon di kantornya untuk menyerap getaran negatif.
Dalam sesi media, ia mengakui bahwa proses membangkitkan intensitas kompetitif tim lebih sulit dari perkiraan. "Jujur, mungkin kami tidak merasa atau melihat betapa sulitnya proses itu...
>>> Lisa Kudrow dan Jean Smart Bersaing di Emmy Komedi
Kami sangat naif," ujarnya.
Ia juga mengungkapkan frustrasi terhadap evaluasi eksternal atas keputusan roster setelah kekalahan 3-2 dari Turki di fase grup, di mana beberapa pemain inti diistirahatkan.
Pochettino mempertanyakan kurangnya pengakuan publik atas pencapaian tim yang lolos ke babak gugur.
"Tidak ada yang memberi selamat kepada kami karena finis pertama di grup yang sangat sulit," katanya.
Ia menegaskan bahwa prioritasnya adalah menciptakan budaya yang baik. "Tidak ada rahasia lain," ucapnya.
>>> Populasi Ternak Global Melonjak 50 Persen, Ancam Satwa Liar dan Ekosistem
Gelandang Tyler Adams menambahkan bahwa persaingan ketat di skuad telah menghilangkan rasa puas diri. "Budaya membaik melalui kemenangan, budaya membaik melalui persaingan," katanya.
Update Terbaru
Hasbro dan Nintendo Jalin Kemitraan Mainan The Legend of Zelda, Figur Pertama Debut di SDCC 2026
Kamis / 16-07-2026, 20:32 WIB
Nintendo Download 17 Juli: Fitness Boxing 3 Switch 2 Edition, Cozy Grove: Camp Spirit, dan Uji Coba The Duskbloods
Kamis / 16-07-2026, 20:32 WIB
3 Tablet Murah dengan Stylus Pen di Bawah Rp3 Juta untuk Belajar, Kerja, dan Hiburan
Kamis / 16-07-2026, 20:31 WIB
Masalah Layar Merah Galaxy S26 Ultra Ternyata Bug Software, Bukan Kerusakan OLED
Kamis / 16-07-2026, 20:28 WIB
Hujan Cahaya Menerangi Los Angeles, Terekam dari Stasiun Luar Angkasa
Kamis / 16-07-2026, 20:28 WIB
Ampas Kopi Bakar, Trik Alami Usir Tawon dari Meja Makan
Kamis / 16-07-2026, 20:28 WIB
Tren 'Life After Breakup' Makin Ramai, Ahli Bagikan 6 Tips Healing
Kamis / 16-07-2026, 20:28 WIB
Menteri Kebudayaan Ajak Diaspora RI di Spanyol Perkuat Diplomasi Budaya
Kamis / 16-07-2026, 20:28 WIB
Dilraba Dilmurat Bantah Rumor Kenaikan Berat Badan demi Kung Fu Soccer
Kamis / 16-07-2026, 20:28 WIB
Kenapa Moisturizer Bikin Wajah Kusam? Ini Penyebab dan Cara Mengatasinya
Kamis / 16-07-2026, 20:28 WIB
Samsung Luncurkan Speaker Wi-Fi Music Studio 5 dan Music Studio 7 di India
Kamis / 16-07-2026, 20:27 WIB
6 Sepatu Lari Lokal Warna Biru dengan Teknologi Penunjang Kenyamanan
Kamis / 16-07-2026, 20:27 WIB
5 Merek Lipstik Lokal dengan Varian Warna Nude Terbaik, Tahan Lama Seharian
Kamis / 16-07-2026, 20:26 WIB
Mark Rosewater: Pemain MTG yang Tak Suka Universes Beyond Harus Beradaptasi atau Pergi
Kamis / 16-07-2026, 20:21 WIB







