PT ITSEC Asia Tbk (IDX: CYBR) resmi memperluas lini bisnis ke pengembangan perangkat lunak dan teknologi berbasis kecerdasan buatan (AI).

Keputusan ekspansi strategis ini telah memperoleh persetujuan pemegang saham melalui Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) yang digelar pada 30 Juni 2026.

>>> Vivo X500 Pro Max Bocor: Kamera Sony Lofic 50MP dan Periskop 200MP Siap Gebrak Pasar

Langkah tersebut bertujuan mempercepat komersialisasi teknologi keamanan siber serta memperbesar kontribusi pendapatan berulang bagi pertumbuhan jangka panjang perusahaan.

Serangan siber yang semakin kompleks dan pesatnya adopsi AI mendorong perusahaan keamanan siber mengubah strategi bisnisnya.

Industri kini berlomba mengembangkan perangkat lunak, platform berbasis AI, hingga kekayaan intelektual untuk menghadirkan sistem keamanan digital yang lebih cerdas dan berkelanjutan.

Selama lebih dari 16 tahun, ITSEC Asia dikenal sebagai penyedia layanan keamanan siber bagi berbagai organisasi di Indonesia dan kawasan regional.

Dalam beberapa tahun terakhir, perusahaan juga meningkatkan investasi di bidang riset dan pengembangan untuk membangun teknologi miliknya sendiri.

Fokus pada Kekayaan Intelektual Berbasis AI

Presiden Direktur ITSEC Asia, Patrick Dannacher, mengatakan perkembangan AI menjadi titik balik bagi industri keamanan siber global.

"Selama bertahun-tahun industri keamanan siber bertumbuh melalui layanan.

>>> Teknologi dan AI Dongkrak UMKM, DANA Beri Penghargaan 35 Pemenang SisBerdaya 2026

Kami percaya fase berikutnya akan ditentukan oleh kemampuan perusahaan membangun intellectual property berbasis AI," ujar Patrick dalam keterangan resminya, Kamis (2/7/2026).

Ke depan, pelanggan tidak hanya membutuhkan mitra yang mampu memberikan layanan keamanan siber, tetapi juga teknologi yang mampu belajar, beradaptasi, dan berkembang lebih cepat dibanding ancaman yang terus berubah.