Menurutnya, transformasi tersebut bukanlah perubahan strategi secara mendadak, melainkan hasil dari investasi jangka panjang yang telah dilakukan perusahaan dalam mengembangkan platform keamanan sibernya sendiri.

"Transformasi ini bukan perubahan arah bisnis secara tiba-tiba.

Selama beberapa tahun terakhir kami telah memperkuat investasi pada riset dan pengembangan, membangun platform kami sendiri dan mengembangkan berbagai solusi yang lahir dari kebutuhan nyata pelanggan," jelas Patrick.

Ia menuturkan, persetujuan pemegang saham hari ini memberikan fondasi yang lebih kuat untuk mempercepat komersialisasi inovasi tersebut, memperluas sumber pendapatan berbasis teknologi, dan membawa inovasi keamanan siber dari Indonesia ke pasar regional maupun global.

Melalui persetujuan tersebut, ITSEC Asia kini memperluas cakupan usahanya ke berbagai bidang, mulai dari penerbitan perangkat lunak, pemrograman berbasis AI, layanan teknologi informasi, pengolahan data, hingga perdagangan software dan perangkat komputer.

>>> Samsung Beri Sinyal Galaxy Z Fold8 dan Z Flip8 Meluncur 22 Juli, Fold8 Ultra Ikut Debut

Langkah ini sekaligus mendukung pengembangan berbagai platform milik perusahaan seperti IntelliBro Aman, IntelliBro Orion, IntelliBro Threat Intelligence, serta Bronyx AI, yang dirancang untuk meningkatkan kemampuan deteksi dan respons terhadap ancaman siber secara otomatis.