Pemanfaatan teknologi dan kecerdasan buatan (AI) semakin berperan dalam mempercepat pertumbuhan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

Program pemberdayaan UMKM perempuan dan penyandang disabilitas yang digagas DANA Indonesia bersama Ant International menunjukkan hasil positif.

>>> Samsung Beri Sinyal Galaxy Z Fold8 dan Z Flip8 Meluncur 22 Juli, Fold8 Ultra Ikut Debut

Berdasarkan evaluasi terhadap finalis periode 2023–2025, para alumni program SisBerdaya dan DisBerdaya mencatat rata-rata kenaikan pendapatan sebesar 113 persen dan pertumbuhan produksi mencapai 126 persen dalam enam bulan setelah mengikuti program.

Keberhasilan tersebut mendorong DANA Indonesia dan Ant International untuk melanjutkan program pada tahun 2026.

Sebanyak 35 pemenang SisBerdaya dan DisBerdaya 2026 diumumkan, terpilih dari lebih dari 6.800 pendaftar dari berbagai daerah di Indonesia.

Para pemenang memperoleh bantuan dana tunai senilai ratusan juta rupiah untuk mendukung pengembangan usaha dan adopsi teknologi.

Program ini fokus pada pemberdayaan pelaku UMKM perempuan, termasuk perempuan penyandang disabilitas, dengan memanfaatkan teknologi digital untuk memperkuat kapasitas bisnis dan mendorong pemerataan kesempatan ekonomi.

Peningkatan Literasi Digital Kunci Daya Saing UMKM

CEO & Co-Founder DANA Indonesia, Vince Iswara, mengatakan pihaknya meyakini teknologi mampu membuka akses yang lebih luas bagi perempuan untuk berkembang sebagai pelaku usaha.

"Kami percaya teknologi dapat membuka lebih banyak peluang bagi perempuan untuk berkembang dan berdaya secara ekonomi.

Melalui SisBerdaya dan DisBerdaya, kami ingin memastikan para pelaku UMKM tidak hanya sekadar memiliki akses terhadap teknologi, tetapi juga mampu memanfaatkannya secara cakap dan produktif untuk mengembangkan bisnis mereka," ujar Vince Iswara.

>>> Suara AI Bisa Meniru Pejabat, Komdigi Peringatkan Modus Scam Baru Rugikan Masyarakat Rp7,5 Triliun