Menurutnya, peningkatan literasi digital menjadi salah satu faktor penting agar UMKM mampu meningkatkan daya saing sekaligus memperluas pasar di era ekonomi digital.

Wakil Menteri Ekonomi Kreatif RI Irene Umar mengapresiasi konsistensi DANA Indonesia dalam mendukung pemberdayaan perempuan dan penyandang disabilitas melalui program tersebut.

"Kami mengapresiasi sekali DANA Indonesia yang telah menginisiasi dan konsisten dengan SisBerdaya & DisBerdaya.

Semoga memberikan dampak, khususnya bagi perempuan dan penyandang disabilitas," kata Irene Umar dalam keterangan resminya, Kamis (2/7/2026).

Ia juga memberikan selamat kepada seluruh peserta dan pemenang program tahun ini.

"Pencapaian ibu-ibu hari ini adalah bukti bahwa semangat belajar, keberanian beradaptasi terhadap teknologi, kerja keras yang konsisten, usaha mikro bisa menjadi lebih besar, dan keterbatasan bisa jadi peluang," tambahnya.

Pada penyelenggaraan tahun 2026, jangkauan program semakin luas dengan melibatkan peserta dari wilayah baru seperti Nusa Tenggara Barat, Maluku, dan Sulawesi Tengah.

Setelah melalui proses seleksi berlapis, sebanyak 35 finalis mengikuti pelatihan intensif yang mencakup pengembangan model bisnis, pemanfaatan Artificial Intelligence (AI) untuk UMKM, hingga peningkatan literasi keuangan.

>>> 5 HP Gaming Rp3 Jutaan Terbaik untuk Multitasking di 2026

Melalui pembinaan tersebut, para peserta diharapkan mampu memanfaatkan teknologi digital secara optimal untuk meningkatkan produktivitas, memperluas akses pasar, dan memperkuat keberlanjutan usaha mereka di tengah pesatnya transformasi ekonomi digital Indonesia.