Mahasiswa Universitas Airlangga (Unair) menggagas penggunaan buah merah Papua sebagai alternatif terapi osteoartritis. Inovasi ini diharapkan menjadi solusi alami bagi penderita radang sendi.

Osteoartritis atau radang sendi sering dialami oleh kelompok usia dewasa hingga lansia. Penyakit ini menyebabkan nyeri kronis yang mengganggu aktivitas sehari-hari.

>>> Muslera Dibela Bielsa, Sempat Meriang Sebelum Blunder Lawan Spanyol

Buah merah (Pandanus conoideus) dikenal kaya akan antioksidan dan senyawa antiinflamasi. Kandungan tersebut berpotensi mengurangi peradangan pada sendi.

Gagasan ini muncul dari riset yang dilakukan oleh tim mahasiswa Unair. Mereka meneliti efektivitas ekstrak buah merah dalam menghambat enzim penyebab osteoartritis.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak buah merah mampu menekan aktivitas enzim siklooksigenase-2 (COX-2). Enzim ini berperan dalam proses inflamasi pada sendi.

>>> Ilmuwan Klaim Berhasil Ciptakan Sel dari Nol untuk Pertama Kalinya

Temuan ini membuka peluang pengembangan obat herbal untuk osteoartritis. Buah merah dapat menjadi alternatif yang lebih aman dibandingkan obat kimia.

Mahasiswa Unair berharap inovasi ini dapat dikembangkan lebih lanjut. Mereka juga mendorong penelitian klinis untuk memastikan keamanan dan efektivitasnya pada manusia.

Buah merah Papua selama ini dikenal sebagai bahan pangan lokal yang kaya manfaat. Pemanfaatannya dalam bidang kesehatan dapat meningkatkan nilai ekonomi buah tersebut.

>>> Comeback Belgia Catat Rekor Baru di Piala Dunia 2026

Inovasi ini sejalan dengan upaya pemerintah dalam memanfaatkan kekayaan alam Indonesia. Pengembangan obat tradisional berbasis bahan lokal terus didorong.