Komisi Etik Unair Periksa Mahasiswa Terkait Video Asusila di Kelas
Komisi Etik Universitas Airlangga (Unair) Surabaya memeriksa sepasang mahasiswa yang diduga melakukan tindakan asusila di dalam ruang kelas Gedung Kuliah Bersama.
Rekaman video berdurasi dua menit lebih beredar luas di media sosial pekan lalu. Pihak manajemen universitas membenarkan keterlibatan sesama mahasiswa dalam insiden tersebut.
>>> Inter Milan Tawarkan 50 Juta Euro untuk Marco Palestra
Ketua Pusat Humas dan Protokol (PHMP) Unair, Pulung Siswantara, mengatakan universitas telah menerima informasi terkait video yang beredar.
"Sesama mahasiswa," ujarnya saat dihubungi, Kamis (18/6/2026).
Lokasi pengambilan gambar diam-diam berada di salah satu ruang kelas yang menjadi fasilitas bersama sivitas akademika. "Kejadiannya minggu kemarin," kata Pulung.
Penanganan perkara internal diserahkan kepada otoritas penegak tata perilaku kampus. "Saat ini kasus tersebut sedang ditangani oleh Komisi Etik sesuai mekanisme yang berlaku," jelas Pulung.
Pemeriksaan masih berjalan sehingga manajemen universitas belum merumuskan keputusan akhir mengenai sanksi. "Belum, karena sekarang masih proses," ujarnya.
>>> Produser Musik Tay Keith Ditemukan Meninggal di Apartemen Nashville
Investigasi internal diarahkan untuk melacak proses kemunculan video yang memicu kepanikan pasangan tersebut di dalam kelas sepi. "Saat ini permasalahan tersebut sedang dalam pendalaman kami," kata Pulung.
Masyarakat diminta menghentikan penyebaran materi bermuatan negatif demi menghormati prosedur penegakan aturan. "Kami berharap semua pihak menghormati proses pendalaman dan tidak menyebarluaskan konten," tambah Pulung.
Pihak kampus memastikan rekomendasi dari tim pemeriksa akan menjadi dasar utama bagi rektorat untuk menjatuhkan tindakan lanjutan.
"Kami melakukan pendalaman bagaimana sampai video itu muncul dan bagaimana sampai terjadinya perekaman tersebut," ujarnya.
>>> IHSG Berpotensi Rebound Jelang Pengumuman Hasil Review MSCI
Manajemen Unair menegaskan komitmen menegakkan nilai-nilai etika dan tata perilaku sivitas akademika sesuai ketentuan yang berlaku.
Update Terbaru
Cara Pre-order GTA 6 di Australia: Bundel, Diskon, dan Waktu Pengiriman
Kamis / 02-07-2026, 11:57 WIB
Edmonton Oilers Rekrut Frederik Andersen dengan Kontrak Satu Tahun
Kamis / 02-07-2026, 11:56 WIB
Dodgers Panggil Charlie Barnes, Kirim Wyatt Mills ke Minor
Kamis / 02-07-2026, 11:56 WIB
Qatar Kirim Personel Ahli dan Keamanan untuk Dukung Piala Dunia 2026
Kamis / 02-07-2026, 11:56 WIB
FCC Setujui Rencana Lelang Spektrum Upper C Band untuk 5G
Kamis / 02-07-2026, 11:55 WIB
Istri Bupati Kuansing Dipulangkan KPK Usai OTT, Status Saksi
Kamis / 02-07-2026, 11:55 WIB
9 Kota di Dunia Ini Menerapkan Pajak Turis Lebih Tinggi pada 2026
Kamis / 02-07-2026, 11:55 WIB
Kate Middleton Dorong William Temui Harry di Inggris
Kamis / 02-07-2026, 11:50 WIB
Akademisi Kritik Stiker Larangan Beli BBM bagi Penunggak Pajak Motor
Kamis / 02-07-2026, 11:50 WIB
INA Catat Dana Kelolaan Investasi Capai Rp146,2 Triliun per 2025
Kamis / 02-07-2026, 11:50 WIB
Peneliti Temukan Rute 153 Hari ke Mars, Ilmuwan Dorong Pertahanan Planet
Kamis / 02-07-2026, 11:50 WIB
Anak Laki-Laki di Kanada Meninggal Akibat Rabies Setelah Terpapar Kelelawar
Kamis / 02-07-2026, 11:49 WIB
VAURA Pilates Resmi Buka Studio Pertama di Indonesia, Target Pasar Wellness Premium
Kamis / 02-07-2026, 11:49 WIB
Lukaku Akui Takut Eksekusi Penalti saat Belgia Comeback Kalahkan Senegal
Kamis / 02-07-2026, 11:49 WIB






