China Rilis UU Persatuan Etnis, Sekolah Wajib Gunakan Bahasa Mandarin
China resmi memberlakukan Undang-Undang Persatuan Etnis dan Promosi Kemajuan pada Rabu (1/7). Aturan ini mewajibkan sekolah dan lembaga pemerintah menggunakan bahasa Mandarin sebagai bahasa utama.
Undang-undang tersebut melarang tindakan yang "merusak persatuan etnis atau menciptakan perpecahan etnis." Sekolah juga harus memiliki kurikulum yang menanamkan rasa kebersamaan di antara masyarakat China.
>>> 15 Museum Hidden Gem di Jakarta, Sepi tapi Sarat Cerita
Orang tua diminta membimbing anak-anak untuk "mencintai Partai Komunis China dan rakyat China." Negara juga wajib mendukung museum dan perpustakaan untuk menyelenggarakan acara yang mencerminkan sejarah China.
Pemerintah daerah harus mewujudkan integrasi etnis dalam kebijakan perumahan. Organisasi dan warga China di luar negeri yang merusak persatuan etnis akan dimintai pertanggungjawaban.
Kritik dari Kelompok HAM
Undang-undang ini menuai kritik dari kelompok hak asasi manusia, termasuk PBB. Para ahli menilai aturan itu bisa menekan identitas budaya minoritas, praktik keagamaan, dan bahasa.
Para ahli HAM PBB dalam surat pada April lalu menyebut UU itu berdampak serius terhadap otonomi linguistik, budaya, dan agama komunitas etnis seperti Tibet, Uighur, dan Mongol.
>>> Witan Sulaeman Antusias Dilatih Shin Tae-yong di Persija, Sebut Latihan Akan Berbeda
Pengamat menilai UU ini merupakan upaya China menekankan identitas nasional di atas kelompok etnis.
Profesor James Leibold dari Universitas La Trobe mengatakan Beijing tak lagi memperlakukan persatuan etnis sebagai slogan politik.
"Pesan yang disampaikan jelas: identitas minoritas hanya bisa diterima jika tunduk pada identitas China yang didefinisikan oleh partai," ujar Leibold.
>>> Hari Ketiga, Kebakaran TPA Jatiwaringin Belum Padam
China membantah kritik tersebut dan menyebut UU ini melindungi hak semua kelompok.
Update Terbaru
Rating TV Nasional per Kamis, 2 Juli 2026: Indosiar Dominasi, Terikat Janji dan Tiga Sinetron SCTV Bertahan di 10 Besar
Kamis / 02-07-2026, 11:38 WIB
Jakarta X Beauty 2026 Resmi Dibuka di JICC Senayan
Kamis / 02-07-2026, 11:36 WIB
Jakarta X Beauty 2026 Resmi Dibuka, 400 Brand Kecantikan Tebar Diskon
Kamis / 02-07-2026, 11:36 WIB
Viral Modus Lowongan Model Berujung Dipaksa Jadi Artis Porno
Kamis / 02-07-2026, 11:35 WIB
Motorola Luncurkan Global Connect, Aplikasi eSIM untuk Roaming Internasional
Kamis / 02-07-2026, 11:35 WIB
BRI KPR Bunga Spesial 1,75%: Solusi Rumah Impian dengan Cicilan Ringan
Kamis / 02-07-2026, 11:35 WIB
Apa Itu Parfum Niche? Kenali Ciri-ciri dan Bedanya dengan Parfum Biasa
Kamis / 02-07-2026, 11:35 WIB
Tempat Sampah Kotor Picu Orang Buang Sampah Sembarangan, Ini Kata Peneliti
Kamis / 02-07-2026, 11:35 WIB
Menkeu Purbaya: Inflasi Juni 2026 Dipicu Kenaikan BBM dan Harga Pangan
Kamis / 02-07-2026, 11:30 WIB
Harry Kane Jadi Pahlawan, Inggris Comeback Dramatis Atas RD Kongo
Kamis / 02-07-2026, 11:29 WIB
Said Iqbal Minta Skema Take or Pay PLN Direvisi
Kamis / 02-07-2026, 11:29 WIB
Mulai 15 Juli, Tarik Tunai Tanpa Kartu Livin' Mandiri Dikenai Biaya Rp500
Kamis / 02-07-2026, 11:29 WIB
Redmi Note 17 Series Dikonfirmasi Rilis Juli, Penjualan Note Tembus 500 Juta
Kamis / 02-07-2026, 11:29 WIB
Pesona Istri Santiago Gimenez, Bintang Telenovela di Piala Dunia 2026
Kamis / 02-07-2026, 11:29 WIB






