Di tengah persaingan usaha yang ketat, pelaku UMKM terus mencari cara baru agar bisnis tetap berkembang.

Warung kelontong kini tidak hanya mengandalkan penjualan sembako atau pulsa, tetapi juga bisa menjadi agen layanan perbankan.

>>> 5 Rekomendasi Sleeping Mask Lokal, Wajah Lembap dan Cerah Saat Bangun Tidur

Salah satu peluangnya adalah memanfaatkan mesin Electronic Data Capture (EDC).

Dengan perangkat ini, warung dapat menyediakan layanan tarik tunai, pembayaran digital, dan transaksi keuangan lainnya tanpa harus menjadi kantor bank.

Skema Sederhana Tanpa Beban Sewa

Head Partnership & Open Banking Orderkuota, Tegar Herlambang, mengatakan banyak UMKM ingin menghadirkan layanan perbankan. Namun, proses pengajuan ke bank yang rumit dan target transaksi bulanan sering menjadi kendala.

Melalui EDC Orderkuota, perusahaan menawarkan skema yang lebih sederhana. Mitra cukup membeli perangkat satu kali tanpa biaya sewa bulanan maupun target transaksi.

Seluruh keuntungan dari layanan menjadi milik agen.

"Momentum akselerasi EDC Orderkuota pada 2026 berangkat dari cerita para mitra di lapangan yang membutuhkan solusi lebih mudah untuk mengembangkan usahanya," ujar Tegar.

Layanan ini juga menjawab kebutuhan masyarakat yang masih mengandalkan uang tunai, terutama di wilayah dengan akses perbankan terbatas.

Warga kini bisa melakukan tarik tunai atau transaksi keuangan cukup di warung sekitar rumah.

>>> Prabowo Tegaskan Hukum Bukan Alat Balas Dendam Politik

Perangkat EDC Orderkuota telah terintegrasi dengan layanan PPOB dan QRIS. Pemilik warung dapat melayani lebih banyak jenis transaksi dalam satu sistem.

Saat pencairan bantuan sosial seperti PKH, layanan tarik tunai menjadi yang paling banyak dimanfaatkan.

Bagi pelaku usaha, kondisi ini membuka peluang peningkatan omzet. Rizal Aldi Bramasta, pemilik Toko Beged Cell, mengaku usahanya tumbuh signifikan sejak menggunakan EDC Orderkuota.

"Sejak menggunakan EDC Orderkuota, profit usaha saya tumbuh signifikan mulai dari 20 persen dan terus meningkat setiap bulannya," katanya.

Ke depan, Orderkuota menargetkan distribusi sekitar 100 unit EDC setiap minggu, fokus pada wilayah pedesaan yang minim layanan keuangan.

Perusahaan juga memberikan pendampingan dan layanan purna jual bagi mitra agar UMKM dapat berkembang secara berkelanjutan.

Kehadiran layanan ini menunjukkan bahwa transformasi UMKM tidak selalu harus dimulai dari membuka cabang baru atau menambah produk.

>>> Trump Akui AS Tak Mampu Buat Pesawat Secanggih Hadiah Qatar

Menghadirkan layanan yang dibutuhkan masyarakat bisa menjadi strategi untuk meningkatkan pendapatan sekaligus memperkuat peran warung sebagai pusat aktivitas ekonomi.