Trump Akui AS Tak Mampu Buat Pesawat Secanggih Hadiah Qatar
Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengakui bahwa negaranya tidak akan mampu membuat pesawat kepresidenan Air Force One dengan spesifikasi seperti jet mewah yang dihadiahkan oleh Pemerintah Qatar.
Pernyataan itu disampaikan saat Trump bersiap menjalani penerbangan perdana menggunakan pesawat tersebut menuju North Dakota.
>>> Projo Minta Publik Tak Bawa-bawa Politik dalam Gelar Adat Jokowi di Lampung
Trump mengaku terkesan dengan kualitas pesawat yang telah dimodifikasi khusus untuk memenuhi standar kepresidenan AS. Ia bahkan menyebut belum pernah melihat pesawat dengan kemampuan seperti itu.
"(AS) tidak dapat membangun pesawat seperti ini," kata Trump, dikutip Kamis (2/7).
Ia mengaku menikmati pengalaman penerbangan perdananya menggunakan jet tersebut. "Sejujurnya, saya senang dengan penerbangan pertama ini.
Belum pernah ada yang melihat yang seperti ini," ujarnya.
Menurut Trump, pesawat hadiah itu dirancang secara khusus agar memenuhi seluruh kebutuhan seorang presiden, termasuk sistem keamanan tingkat tinggi dan berbagai perangkat pendukung yang kompleks.
"Mereka baru saja menyelesaikannya. Mereka membuatnya sesuai untuk seorang presiden, itu berarti keamanan dan semua fitur tambahan yang mereka pasang.
Hal-hal yang sangat kompleks, tetapi itu benar-benar sesuatu yang luar biasa," kata Trump.
>>> Trump Klaim Qatar Keluarkan Banyak Uang Demi Berikan 'Hadiah Istimewa' untuk Amerika Serikat
Trump juga menepis kritik yang sebelumnya muncul terkait penggunaan pesawat hadiah dari negara asing.
Sejumlah kalangan sebelumnya mempertanyakan aspek etika, konstitusi hingga keamanan dari penerimaan jet bernilai ratusan juta dolar tersebut.
Menurut Trump, biaya yang harus dikeluarkan pemerintahannya untuk menyesuaikan pesawat itu jauh lebih kecil dibandingkan apabila harus membangun pesawat baru dengan spesifikasi serupa.
Jet tersebut sebelumnya disumbangkan oleh Pemerintah Qatar. Ia kemudian menjalani proses modifikasi serta serangkaian pengujian agar memenuhi standar operasional sebagai pesawat kepresidenan.
Pesawat itu akan digunakan sebagai solusi sementara sampai ada hasil produksi dari Boeing.
Perusahaan tersebut diketahui tengah berupaya menyelesaikan dua unit Air Force One generasi terbaru yang selama ini mengalami keterlambatan akibat pembengkakan biaya dan penundaan produksi.
>>> Jadwal Mega Bollywood Paling Yahud 3 – 5 Juli 2026
Trump menilai penggunaan pesawat hadiah tersebut menjadi pilihan yang lebih efisien sembari menunggu armada resmi kepresidenan yang baru selesai diproduksi di Amerika Serikat.
Update Terbaru
CrazyGames Tembus 35 Juta Pengguna, Luncurkan Fitur Multiplayer Baru
Kamis / 02-07-2026, 06:29 WIB
Android 17 QPR1 Beta 6 Hadir dengan Pencapaian Stabilitas Platform
Kamis / 02-07-2026, 06:29 WIB
Boulder Strip Raup Laba Lebih Besar dari Las Vegas Strip Meski Pendapatan Minim
Kamis / 02-07-2026, 06:28 WIB
Station Casinos Rayakan 50 Tahun, Karyawan Era 1970-an Masih Bertahan
Kamis / 02-07-2026, 06:28 WIB
Harry Styles Bergembira atas Kemenangan Inggris di Piala Dunia
Kamis / 02-07-2026, 06:28 WIB
Trump Bercanda soal 'Threesome' dengan Putra-Putranya di Acara Publik
Kamis / 02-07-2026, 06:28 WIB
Rekaman Penangkapan Pendaki Empire State Building Dirilis Polisi
Kamis / 02-07-2026, 06:28 WIB
Tetangga Zaire Wade Lapor 911 karena Dengar Teriakan dan Hentakan Keras
Kamis / 02-07-2026, 06:25 WIB
Link Live Streaming Amerika Serikat vs Bosnia di Piala Dunia 2026
Kamis / 02-07-2026, 06:25 WIB
Kiper RD Kongo Lionel Mpasi Curi Perhatian saat Disingkirkan Inggris
Kamis / 02-07-2026, 06:25 WIB
FBI Beri Klarifikasi Soal Keaslian Surat Tebusan Nancy Guthrie
Kamis / 02-07-2026, 06:22 WIB
Rekor Gila Harry Kane: Lampaui Koleksi Gol Pele di Piala Dunia
Kamis / 02-07-2026, 06:22 WIB
Inggris Hadapi Meksiko di 16 Besar, Tuchel Khawatirkan Oksigen Tipis Azteca
Kamis / 02-07-2026, 06:21 WIB
Kartel Narkoba Generasi Baru Meksiko Makin Menggila dan Militeristik
Kamis / 02-07-2026, 06:21 WIB






