Prabowo Tegaskan Hukum Bukan Alat Balas Dendam Politik
Presiden Prabowo Subianto memberikan ultimatum tegas kepada aparat penegak hukum di Indonesia. Ia menekankan bahwa hukum tidak boleh menjadi instrumen balas dendam politik.
Pernyataan itu disampaikan Prabowo dalam pidatonya pada peringatan Hari Bhayangkara Ke-80. Kepala Negara mengingatkan agar seluruh proses penegakan hukum berjalan adil dan berpihak pada masyarakat lemah.
>>> Trump Akui AS Tak Mampu Buat Pesawat Secanggih Hadiah Qatar
"Hukum harus menjadi tempat berlindung bagi mereka yang lemah. Hukum tidak boleh tajam ke bawah, tumpul ke atas.
Hukum tidak boleh menjadi alat mereka-mereka yang punya uang," kata Prabowo, Kamis (2/7).
Menurut Presiden, aparat penegak hukum memegang peran kunci dalam menjaga kepercayaan publik. Ia mengingatkan agar kewenangan tidak disalahgunakan untuk kepentingan politik atau golongan tertentu.
Prabowo secara tegas melarang praktik kriminalisasi dalam sistem penegakan hukum nasional. Ia juga menekankan larangan penyalahgunaan wewenang dalam setiap proses hukum.
"Hukum tidak boleh menjadi alat balas dendam politik. Hukum tidak boleh digunakan untuk kepentingan satu kelompok manapun.
>>> Projo Minta Publik Tak Bawa-bawa Politik dalam Gelar Adat Jokowi di Lampung
Tidak boleh ada kriminalisasi. Tidak boleh ada penyalahgunaan wewenang," tegas Prabowo.
Presiden menambahkan bahwa keadilan harus dirasakan seluruh lapisan masyarakat tanpa pandang latar belakang. Negara berkewajiban melindungi masyarakat yang membutuhkan dan melayani pencari keadilan.
Prabowo juga menekankan pentingnya rasa aman bagi masyarakat yang benar. Sebaliknya, setiap pelanggaran hukum harus diproses tanpa perlakuan istimewa.
"Rakyat paling lemah harus mendapat perlindungan. Masyarakat yang mencari kebenaran dan keadilan harus dilayani.
Orang yang benar harus merasa aman. Orang yang bersalah harus bertanggung jawab," ujar Presiden.
>>> Trump Klaim Qatar Keluarkan Banyak Uang Demi Berikan 'Hadiah Istimewa' untuk Amerika Serikat
Melalui arahannya, Prabowo menegaskan supremasi hukum harus dijalankan secara profesional, independen, dan bebas dari kepentingan politik. Penegakan hukum yang adil menjadi fondasi kepercayaan masyarakat terhadap negara.
Update Terbaru
Harry Kane Bawa Inggris ke 16 Besar Piala Dunia Usai Kalahkan DR Kongo
Kamis / 02-07-2026, 06:35 WIB
Philadelphia 76ers Dapatkan Jaylen Brown dari Boston Celtics
Kamis / 02-07-2026, 06:35 WIB
Belgium Bangkit Dramatis, Kalahkan Senegal 3-2 di Perpanjangan Waktu
Kamis / 02-07-2026, 06:30 WIB
Roberto Martinez Bela Cristiano Ronaldo Jelang Lawan Kroasia
Kamis / 02-07-2026, 06:30 WIB
Poki Games: Daftar Game Trending Juli 2026, Mainkan Sekarang Gratis!
Kamis / 02-07-2026, 06:30 WIB
CrazyGames Tembus 35 Juta Pengguna, Luncurkan Fitur Multiplayer Baru
Kamis / 02-07-2026, 06:29 WIB
Android 17 QPR1 Beta 6 Hadir dengan Pencapaian Stabilitas Platform
Kamis / 02-07-2026, 06:29 WIB
Boulder Strip Raup Laba Lebih Besar dari Las Vegas Strip Meski Pendapatan Minim
Kamis / 02-07-2026, 06:28 WIB
Station Casinos Rayakan 50 Tahun, Karyawan Era 1970-an Masih Bertahan
Kamis / 02-07-2026, 06:28 WIB
Harry Styles Bergembira atas Kemenangan Inggris di Piala Dunia
Kamis / 02-07-2026, 06:28 WIB
Trump Bercanda soal 'Threesome' dengan Putra-Putranya di Acara Publik
Kamis / 02-07-2026, 06:28 WIB
Rekaman Penangkapan Pendaki Empire State Building Dirilis Polisi
Kamis / 02-07-2026, 06:28 WIB
Tetangga Zaire Wade Lapor 911 karena Dengar Teriakan dan Hentakan Keras
Kamis / 02-07-2026, 06:25 WIB
Link Live Streaming Amerika Serikat vs Bosnia di Piala Dunia 2026
Kamis / 02-07-2026, 06:25 WIB






