Kementerian Pertahanan (Kemhan) memangkas durasi pelatihan bagi calon manajer Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) dan Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) menjadi dua pekan.

Keputusan ini diambil setelah lima peserta meninggal dalam Program Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia (SPPI).

>>> Erdogan Sebut Tuduhan Genosida Israel ke Turki Fitnah Tutupi Kasus Gaza

Wakil Menteri Pertahanan Donny Ermawan mengatakan pihaknya melakukan evaluasi menyeluruh pascaperistiwa tersebut.

Salah satu hasil evaluasi adalah mengubah program pelatihan menjadi pelatihan bela negara, bukan lagi komponen cadangan.

"Semula mereka juga akan menjadi komponen cadangan, kami sudah tetapkan bahwa mereka hanya diberikan pembinaan pendidikan pelatihan Bela Negara," kata Donny di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (1/7).

Dengan revisi itu, peserta tidak lagi mendapat materi senjata atau taktik militer.

Materi yang diberikan meliputi nasionalisme, patriotisme, disiplin, dan kepemimpinan.

>>> KPK Tahan Bupati dan Sekda Kuansing dalam Kasus Jual Beli Jabatan

"Manajer tentunya mempunyai beberapa staf yang harus mereka pimpin. Bagaimana melatih kebersamaan dan kerja sama.

Nah itulah nilai-nilai itu yang akan kami berikan," ujarnya.

Durasi latihan awal satu bulan diperpendek menjadi dua pekan untuk pelatihan bela negara.

Setelah itu, peserta akan mendapat pelatihan manajerial dari kementerian terkait sesuai bidangnya, seperti koperasi atau kampung nelayan.

Donny juga mengungkapkan bahwa Kemhan telah membentuk tim investigasi untuk menyelidiki penyebab meninggalnya lima peserta.

>>> Persib Bongkar Proses Panjang Datangkan Gabriel Mutombo, Sudah Dipantau Lama

"Kami sudah bentuk dan kami nanti akan menindaklanjuti untuk melihat atau mencari data-data tambahan kenapa kok bisa hal ini terjadi," ucapnya.