Nilai tukar rupiah kembali tertekan terhadap dolar AS pada perdagangan Rabu (1/7) sore.

Mata uang Garuda ditutup melemah 42 poin atau 0,23 persen ke level Rp17.949 per dolar AS.

>>> Golkar soal Capres Diusung 3 Parpol: Barangkali Benny Lagi Utak-atik

Pelemahan rupiah sejalan dengan mayoritas mata uang Asia yang juga terdepresiasi.

Yuan China turun 0,10 persen, dolar Singapura melemah 0,18 persen, dan peso Filipina terkoreksi 0,47 persen.

Yen Jepang turun 0,07 persen, won Korea Selatan terdepresiasi 0,50 persen, ringgit Malaysia melemah 0,24 persen, dan dolar Hong Kong turun 0,01 persen.

Mata uang negara maju juga bergerak di zona merah.

>>> Israel Kembangkan Senjata Laser untuk Jatuhkan Satelit Musuh

Euro Eropa turun 0,18 persen, poundsterling Inggris melemah 0,12 persen, dan dolar Australia terkoreksi 0,39 persen.

Dolar Kanada turun 0,16 persen, dan franc Swiss melemah 0,16 persen.

Penyebab Pelemahan Rupiah

Analis mata uang Doo Financial Futures Lukman Leong mengatakan pelemahan rupiah dipicu penguatan dolar AS.

Data ketenagakerjaan Amerika Serikat yang lebih baik dari perkiraan memicu ekspektasi sikap hawkish dari Ketua The Fed dalam pidatonya nanti malam.

>>> Suhu Laut Dunia Catat Rekor Terpanas, Lewati Rekor 2023-2024

Dari domestik, data perdagangan yang mengecewakan turut menekan rupiah. Penurunan ekspor dan defisit neraca perdagangan pertama sejak April 2020 menjadi faktor tambahan pelemahan.