Kementerian Pertahanan (Kemhan) belum berencana membawa kasus kematian lima peserta latihan militer ke jalur hukum. Wakil Menteri Pertahanan Donny Ermawan menyatakan pihaknya saat ini fokus pada investigasi internal.

"Belum kita belum mengarah ke sana (proses hukum), karena kita masih investigasi internal dulu," kata Donny di kompleks parlemen, Jakarta, Rabu (1/7).

>>> Ade Armando: PDIP Terus Begini, Bakal Gali Kuburnya Sendiri

Investigasi dilakukan oleh tim gabungan yang dibentuk bersama Kementerian Kesehatan. Donny mengatakan tim akan menelusuri penyebab kematian secara menyeluruh.

"Kami sudah melakukan tindakan investigasi tadi dari pihak Kementerian Pertahanan dan Kementerian Kesehatan kami sudah proaktif. Kami lakukan, kami ingin cari kebenarannya seperti apa sih.

Kami telusuri bagaimana dulu medical check-up nya di daerah seperti apa ya, apakah ada data-data tambahan," ujarnya.

Penyebab Kematian Peserta

Donny menjelaskan beberapa faktor penyebab meninggalnya lima peserta. Pertama, kelelahan dan perubahan pola hidup.

"Tadinya mungkin kehidupan sipil, masuk kehidupan di barak dan sebagainya yang mana semuanya harus disiplin, nah itu mungkin juga mengagetkan juga.

>>> Kapolri Pamer 1.415 SPPG dan Nol Kasus Keracunan MBG, Siap Luncurkan Buku Resep

Selain juga faktor cuaca juga itu yang pertama," katanya.

Kedua, dugaan penyakit bawaan. Donny mengatakan sebelumnya sudah ada pemeriksaan kesehatan terhadap para peserta.

"Kemudian yang ketiga adalah terkait dengan paru-paru. Jadi tiga ini kira-kira penyebab kenapa kok lima.

Dua itu karena paru-paru, tiga itu karena jantung," katanya.

>>> Trossard Tunda Bahas Masa Depan di Arsenal, Besiktas dan Klub Arab Saudi Berminat

Insiden ini terjadi dalam latihan militer Program Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia (SPPI) Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) dan Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP).