Politisi Ade Armando menilai PDI Perjuangan (PDIP) akan menggali kuburnya sendiri jika terus merespons isu terkait Presiden ke-7 Joko Widodo (Jokowi) secara berlebihan.

Hal ini disampaikan Ade menanggapi polemik ritual adat injak kepala kerbau yang dilakukan Jokowi di Lampung.

>>> Kapolri Pamer 1.415 SPPG dan Nol Kasus Keracunan MBG, Siap Luncurkan Buku Resep

"Kalau PDI Perjuangan marah-marah hanya karena Pak Jokowi blusukan dan menginjak kepala kerbau, itu justru akan mempermalukan PDI Perjuangan," ucapnya dalam kanal YouTube COKRO TV, Rabu (1/7).

Ade menyarankan PDIP lebih selektif dalam menyikapi isu yang beredar, sehingga hanya memperdebatkan hal-hal yang relevan di hadapan publik.

"Yang menjadi tantangan bagi PDI Perjuangan ke depan adalah memilih isu mana yang benar-benar layak dijadikan perdebatan politik.

Kalau tidak, PDI Perjuangan akan terus menggali lubang kuburnya sendiri," imbuhnya.

Ia menutup pernyataannya dengan ajakan menggunakan akal sehat. "Ayo gunakan akal sehat, karena hanya kalau kita gunakan akal sehat, Indonesia akan selamat."

Kritik Guntur Romli soal Gelar Adat Jokowi

Sebelumnya, Guntur Romli melontarkan kritik terkait foto viral Jokowi saat menerima gelar adat 'Baginda Pemuka Bangsa' di Lampung, Sabtu (27/6/2026).

>>> Trossard Tunda Bahas Masa Depan di Arsenal, Besiktas dan Klub Arab Saudi Berminat

Dalam prosesi itu, Jokowi mengenakan pakaian kebesaran dan menginjak kepala kerbau di atas karpet merah di Kedatun Keagungan Lampung.

Menurut Guntur, visual tersebut menunjukkan gaya kepemimpinan Jokowi yang selaras dengan isi disertasi Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto mengenai the triangle of authoritarian populism.

Ia menyebut ada nuansa feodalisme, di mana Jokowi digambarkan bak seorang raja absolut yang dikelilingi oleh pengikut yang terbuai.

Selain itu, unsur populisme terlihat dari praktik bagi-bagi amplop dan sembako untuk menarik simpati rakyat.

"Dan karakter Machiavelianisme yang menempatkan kekuasaan sebagai segala-galanya," jelas Guntur.

>>> Village People: Vokalis Victor Willis Meninggal di Usia 75 Tahun

"Tidak heran meskipun sudah menjadi Presiden 2 periode dan menjadikan anaknya Gibran sebagai Wapres melalui manipulasi MK, dan menantunya Bobby sebagai Gubernur Sumut, serta Kaesang sebagai Ketua Umum PSI," tutupnya.