Saat kelelahan, orang tua bisa tanpa sengaja melampiaskan emosi kepada anak. Hal itu bukan berarti Anda orang tua yang buruk, melainkan bisa jadi mengalami parenting burnout.

Menurut ahli neurologi Puja Aggarwal, parenting burnout adalah kondisi kelelahan fisik, mental, dan emosional akibat stres kronis saat mengasuh anak.

>>> Michael Olise Kejar Rekor Assist Terbanyak Piala Dunia

Kondisi ini bisa bermanifestasi sebagai menjauhkan diri secara emosional dari anak atau mudah marah.

Jika dibiarkan, parenting burnout dapat memengaruhi kesehatan mental, hubungan dengan pasangan, dan kualitas kedekatan dengan anak. Berikut tujuh cara mengatasinya.

Cara Mengatasi Parenting Burnout

1. Bicarakan dengan pasangan.

Langkah pertama adalah terbuka dengan pasangan atau orang terdekat. Jelaskan bahwa Anda lelah, kewalahan, atau butuh bantuan.

Jangan menunggu hingga emosi memuncak.

Sampaikan kebutuhan secara jelas, misalnya meminta waktu istirahat, berbagi tugas rumah, atau membagi jam jaga anak agar beban terasa lebih ringan.

2. Cukupkan waktu tidur.

Tidur penting untuk menjaga kesehatan mental dan kestabilan emosi. Meski sulit, terutama bagi orang tua dengan balita, prioritaskan istirahat.

Jika tidak bisa tidur panjang, tidur siang sekitar 20 menit dapat membantu tubuh lebih segar. Tidur cukup juga membantu Anda lebih fokus dan tenang saat menghadapi anak.

3. Belajar lebih sabar pada diri sendiri.

Mengasuh anak penuh tantangan. Rasa frustrasi, lelah, dan gagal sesekali adalah wajar.

Saat mengalami parenting burnout, jangan memaksakan diri menjadi orang tua sempurna. Ingat, Anda juga manusia yang punya batas.

Memberi ruang untuk merasa lelah dan menerima kondisi diri adalah bagian penting dari pemulihan.

4. Lakukan self-care setiap hari.