Berkunjung ke museum kini tak sekadar melihat koleksi di balik etalase. Ada cara baru yang lebih seru, yaitu berburu cap paspor dari satu museum ke museum lainnya.

Melalui Museum Passport atau Paspor Museum, wisatawan diajak menjelajahi berbagai museum di Indonesia sambil mengumpulkan cap unik sebagai penanda perjalanan.

>>> Uji Coba Tabung Merah Putih Pengganti LPG Gas Melon Dimulai Juli 2026

Konsep yang populer di Jepang ini kini resmi hadir di Indonesia.

Museum Passport dirilis oleh Kementerian Kebudayaan melalui unit Museum dan Cagar Budaya (MCB).

Buku kecil ini berfungsi sebagai tempat mengoleksi cap sekaligus panduan menjelajahi museum-museum di bawah naungan MCB.

Setiap museum memiliki desain cap yang berbeda. Semakin banyak museum yang dikunjungi, semakin beragam koleksi cap yang memenuhi halaman paspor.

Selain menjadi koleksi, Museum Passport juga memberikan keuntungan praktis. Pemilik buku ini akan memperoleh voucer tiket masuk gratis ke museum-museum di bawah naungan MCB.

>>> Israel Makin Nekat Bikin 100 Permukiman Ilegal di Tepi Barat Palestina

Museum Passport dijual mulai Rp81 ribu dari harga normal Rp89 ribu.

Buku ini dapat diperoleh di Museum Nasional Indonesia, museum-museum di bawah MCB, Gramedia Matraman, Gramedia Jalma, serta melalui situs dan aplikasi Gramedia.

Sejak diluncurkan, jumlah museum yang menyediakan cap terus bertambah.

Awalnya terdapat 16 museum peserta, kemudian Museum Bahari di Jakarta Utara dan Museum Arkeologi Onrust di Kepulauan Seribu bergabung.

Saat ini terdapat 21 lokasi yang menyediakan cap Museum Passport, yaitu:

>>> Mbappe Ancam Status Messi sebagai Pencetak Gol Terbanyak Piala Dunia

Museum Nasional Indonesia, Museum Majapahit, Museum Kebangkitan Nasional, Museum Benteng Vredeburg, Museum Batik Indonesia, Museum Kepresidenan RI Balai Kirti, Museum Prasejarah Semedo, Museum Song Terus, Museum Islam Indonesia KH Hasyim Asy'ari, Museum Perjuangan Yogyakarta, Museum Manusia Purba Sangiran (Klaster Dayu, Ngebung, Bukuran, Krikilan, Manyarejo), Galeri Nasional Indonesia, Museum Bahari, Museum Arkeologi Onrust, Museum Wayang, Museum Seni Rupa & Keramik, dan Museum Tekstil.