Zelensky: Kelangkaan Bensin Akan Terus Menghantui Rusia Selama Kejar Donbas
Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky menyatakan bahwa masalah kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) akan terus menghantui Rusia selama Moskow masih berambisi merebut wilayah Donbas di Ukraina timur.
Menurut Zelensky, keputusan Ukraina untuk menyerang infrastruktur energi musuh diambil karena Rusia terus memprioritaskan operasi militer di Donetsk dan Luhansk.
>>> Harga Bensin Masih Tinggi, Trump Curiga Ada Permainan Harga
Hal ini akan memperpanjang dampak perang terhadap masyarakat kedua negara, termasuk gangguan pasokan bahan bakar.
Zelensky menegaskan bahwa Presiden Rusia Vladimir Putin masih terobsesi menguasai kawasan Donbas. Padahal target tersebut berulang kali gagal tercapai sesuai jadwal yang ditetapkan Kremlin.
"Kepemimpinan politik Rusia tetap terobsesi dengan Donbas. Jika Rusia tidak mengakhiri perang, mereka harus kembali menunda tenggat waktu tersebut," ujar Zelensky.
Ia mengungkapkan bahwa selama lebih dari empat tahun terakhir, Rusia telah menetapkan hingga 15 tenggat waktu berbeda untuk menguasai Donbas dan Ukraina Timur.
Namun seluruh target tersebut terus mengalami penundaan.
Zelensky menambahkan bahwa Ukraina akan terus meningkatkan tekanan terhadap kemampuan logistik Moskow.
Serangan terhadap fasilitas energi Rusia akan terus dilakukan, yang menyebabkan masyarakat Rusia mulai merasakan kelangkaan bahan bakar di sejumlah daerah.
>>> Realisasi Beras SPHP Bapanas Capai 47,56 Persen per 27 Juni 2026
Ia menegaskan bahwa kondisi tersebut merupakan konsekuensi langsung dari perang yang dipilih oleh pemerintah Rusia.
Sebelumnya, Presiden Vladimir Putin menolak usulan untuk menghentikan serangan jarak jauh dan mengurangi intensitas pertempuran.
Putin menegaskan pasukannya akan terus mengejar target menguasai sepenuhnya wilayah Donetsk, Luhansk, Zaporizhzhia, dan Kherson.
Meski mengakui adanya kekurangan pasokan bahan bakar, Putin menilai situasi tersebut belum mengkhawatirkan dan pemerintah telah mengambil langkah untuk mengatasinya.
Rusia saat ini menguasai hampir seluruh wilayah Luhansk, Donetsk, dan Zaporizhzhia.
Namun laju ofensif mereka mulai melambat akibat meningkatnya serangan drone jarak jauh yang menargetkan fasilitas logistik dan industri minyak Rusia.
Pernyataan Zelensky menunjukkan bahwa Ukraina melihat keterkaitan langsung antara ambisi Rusia menguasai Donbas dengan tekanan yang kini dirasakan masyarakat Rusia.
>>> Wamenhan Ajak Bersyukur atas Kekayaan Alam Indonesia yang Melimpah
Selama operasi militer berlanjut, Ukraina akan tetap menyerang infrastruktur strategis Moskow, sehingga kelangkaan bahan bakar diperkirakan masih akan membayangi Rusia.
Update Terbaru
GAIKINDO Apresiasi Dukungan Pemerintah, Usul Insentif untuk Semua Jenis Kendaraan
Rabu / 01-07-2026, 07:55 WIB
Pegadaian Kanwil IX Jakarta 2 Gelar Khitanan Massal Gratis untuk Ratusan Anak Prasejahtera
Rabu / 01-07-2026, 07:55 WIB
Mark Hamill Akui Tak Paham Twisted Metal, Tapi Nikmati Peran Paus New York
Rabu / 01-07-2026, 07:49 WIB
Perwakilan Serikat Pekerja Rockstar: Bos GTA 6 Mampu Penuhi Tuntutan Karyawan
Rabu / 01-07-2026, 07:49 WIB
Blake Lively dan Ryan Reynolds Berjuang Pertahankan Keutuhan Rumah Tangga di Tengah Tekanan Publik
Rabu / 01-07-2026, 07:49 WIB
Presiden Paraguay Tetapkan Hari Libur Nasional Usai Kalahkan Jerman di Piala Dunia 2026
Rabu / 01-07-2026, 07:49 WIB
Nadiem Makarim Dituntut Rp809 Miliar, Harta Tak Cukup
Rabu / 01-07-2026, 07:49 WIB
Cara Cek Daftar Penerima Bantuan PKH, BPNT, PIP, dan KIP Kuliah Cair Juli 2026
Rabu / 01-07-2026, 07:45 WIB
Pajak JHT 5 Persen Picu Penolakan Buruh, KSPSI Desak Pemerintah Cabut Kebijakan
Rabu / 01-07-2026, 07:45 WIB
MK Tolak Gugatan Mahasiswa, Pilkada Langsung Tetap Berlaku
Rabu / 01-07-2026, 07:45 WIB
Taylor Sheridan Ungkap Alasan Tinggalkan Dunia Akting di Acara Howard Stern
Rabu / 01-07-2026, 07:43 WIB
Pasangan Hollywood Hadapi Sorotan Publik Akibat Dugaan Keretakan Rumah Tangga
Rabu / 01-07-2026, 07:43 WIB
Ian Poulter Incar Terobosan Major di U.S. Senior Open
Rabu / 01-07-2026, 07:43 WIB
Dallas Jadi Tuan Rumah Konvensi Midterm Pertama Partai Republik pada September
Rabu / 01-07-2026, 07:42 WIB






