ChatGPT bahkan menyarankan untuk mengakomodasi tamu lanjut usia agar duduk lebih nyaman, meskipun saran itu tidak digunakan. Hasilnya adalah draf kedua yang lebih baik.

>>> Babak 16 Besar Piala Dunia 2026 Mulai Terbentuk

Namun, masih ada satu langkah penting lagi.

Draf akhir harus diperiksa oleh manusia. Meskipun denah yang dibuat ChatGPT sudah bagus, tetap ada sedikit nuansa yang kurang.

Misalnya, firasat bahwa beberapa orang mungkin cocok duduk bersama karena hobi serupa, tetapi terlalu memakan waktu untuk memasukkan detail spesifik itu ke ChatGPT.

Alat ini sangat berguna bagi calon pengantin dengan daftar tamu besar, terutama yang memiliki banyak tamu yang tidak dikenal secara pribadi.

ChatGPT langsung membuat draf pertama dan kedua, menghemat banyak waktu.

Setelah itu, penyesuaian manual bisa dilakukan, tetapi bagian tersulit sudah selesai.

Meskipun demikian, ia tidak menyarankan mengotomatiskan segalanya. Menggunakan ChatGPT untuk hal-hal pribadi seperti pidato atau keputusan desain mungkin kontroversial.

Namun, untuk tugas administratif seperti menempatkan 200 tamu, alat ini sangat membantu.

Bagi pernikahan kecil, mungkin lebih mudah melakukannya secara manual. Semua tergantung situasi masing-masing.

Ia merasa sangat terbantu karena ChatGPT mengerjakan sebagian besar pekerjaan, sehingga ia tinggal mengedit dan merapikannya. Cara ini terasa efisien dan cepat, hampir seperti curang.

Pengalaman ini membuatnya berpikir tentang tugas lain yang mungkin selama ini memakan terlalu banyak waktu.

>>> Pelatih Deschamps Kembali ke Timnas Prancis Usai Pemakaman Ibu

Selama ia tetap memiliki keputusan akhir, ia terbuka untuk mencoba metode serupa guna mengurangi stres pernikahan.