Analisis: Kenapa Dana MBG Rp120 T Bisa Tak Banyak Netes ke Petani-UMKM?
>>> Ayah Dokter Icha Ungkap Dugaan Intimidasi Sebelum Bunuh Diri
Ketiga, panjangnya rantai distribusi dan lemahnya kelembagaan di tingkat hulu. Tanpa koperasi atau agregator milik petani-nelayan sendiri yang kuat, posisi tawar mereka akan selalu lemah.
"Akibatnya, mereka hanya menjadi price taker, bukan penerima manfaat utama dari program sebesar itu," imbuh Ronny.
Ronny menilai desain kebijakan MBG belum cukup presisi untuk memastikan manfaat ekonomi benar-benar sampai ke lapisan paling bawah.
Jika tak diperbaiki, maka kritik bahwa program ratusan triliun belum menggerakkan ekonomi nelayan dan petani adalah kritik yang layak diperhatikan.
"Solusinya bukan hanya menambah anggaran, tetapi mendesain ulang rantai pasok, misalnya dengan kewajiban sourcing lokal, penguatan koperasi, digitalisasi distribusi, dan skema kontrak langsung dengan kelompok tani dan nelayan.
Tanpa itu, kebocoran nilai tambah akan terus berulang," tegasnya.
Perlu Ubah Desain Pengadaan
Kepala Pusat Makroekonomi dan Keuangan INDEF M Rizal Taufikurahman mengatakan besarnya anggaran konsumsi MBG memang menciptakan permintaan pangan yang luar biasa besar, tetapi hal itu belum otomatis meningkatkan pendapatan petani maupun nelayan.
"Saya melihat persoalan utamanya bukan pada besar kecilnya anggaran MBG, melainkan pada desain rantai pasoknya," katanya.
Menurut Rizal, selama pengadaan masih didominasi distributor dan pemasok besar, efek ekonomi lebih banyak dinikmati sektor perdagangan dibanding produsen pangan di tingkat hulu.
"Sementara petani dan nelayan tetap hanya memperoleh margin yang terbatas," tambahnya.
Ia menilai persoalan ini menunjukkan ekosistem produksi pangan Indonesia belum benar-benar dipersiapkan untuk memasok kebutuhan MBG dalam skala nasional.
Sebab, sebagian besar petani-nelayan masih memiliki produksi terbatas, kontinuitas pasokan belum stabil, serta belum didukung fasilitas penyimpanan maupun logistik yang memadai.
Update Terbaru
Suporter Syok, Jerman Tersingkir oleh Paraguay Lewat Adu Penalti
Selasa / 30-06-2026, 11:14 WIB
Daftar 3 Anggota DPRD TTU yang Diduga Intimidasi Dokter Icha
Selasa / 30-06-2026, 11:10 WIB
Ganesha Operation E-Sport: The Champion Race 2026 Asah Mental Juara
Selasa / 30-06-2026, 11:09 WIB
Issa Diop Cetak Gol Penyelamat, Belanda vs Maroko Lolos ke Extra Time
Selasa / 30-06-2026, 11:09 WIB
Kolaborasi SILENT HILL f dan FATAL FRAME II Hadirkan Kostum Crimson Butterfly
Selasa / 30-06-2026, 11:08 WIB
APBN 2026 Fokus Cetak Talenta STEM, Kemenkeu Pacu Industrialisasi
Selasa / 30-06-2026, 11:08 WIB
Polisi Fairfield Dipecat Usai Anjing K-9 Mati karena Kepanasan
Selasa / 30-06-2026, 11:07 WIB
Ayah di Surabaya Perkosa Anak Kandung hingga Hamil 4 Bulan
Selasa / 30-06-2026, 11:07 WIB
Polisi Sita Aset Tanah, Bangunan, dan Kendaraan di Kasus Penipuan Umrah Hanania Travel
Selasa / 30-06-2026, 11:07 WIB
Panduan Jakarta Fair 2026: Harga Tiket, Jam Buka, Kuliner Wajib Coba
Selasa / 30-06-2026, 11:07 WIB
Harga Emas Antam Turun Rp15 Ribu Jadi Rp2,630 Juta per Gram
Selasa / 30-06-2026, 11:07 WIB
Trump Nominasikan Mantan Polisi Oklahoma Lance Schroyer sebagai Kepala ICE
Selasa / 30-06-2026, 11:05 WIB
Cody Gakpo Menangis Usai Cetak Gol ke Gawang Maroko
Selasa / 30-06-2026, 11:04 WIB
B50 Resmi Meluncur Besok, Harga Masih Misteri
Selasa / 30-06-2026, 11:04 WIB






