>>> HMD Rilis Ponsel Lipat Bergaya BlackBerry, Bocoran Render Muncul

Riset juga mengonfirmasi aktivitas antimikroba alami dalam rimpang ini. Densitas senyawa bioaktif yang konsisten membuat Jahira potensial sebagai bahan baku utama produk herbal modern.

BRMP TROA: Pusat Riset dan Kolaborasi

BRMP TROA (Balai Perakitan dan Pengujian Tanaman Rempah, Obat, dan Aromatik) menyediakan layanan pengujian, kunjungan, kerja sama, dan perakitan.

"Kami punya banyak layanan, termasuk petak pamer dengan 400 jenis tanaman obat," kata Prima Luna.

BRMP TROA membuka pintu bagi masyarakat untuk berkolaborasi dan memanfaatkan fasilitas, termasuk layanan pengujian kandungan tanaman, kerja sama riset, dan kunjungan edukasi.

Balai ini juga mendukung pendidikan melalui kolaborasi akademis dan program magang.

Pertanyaan apakah Jahira memerlukan perhatian industri farmasi menyentuh kedaulatan industri nasional. Selama ini, industri farmasi dalam negeri masih bergantung pada bahan baku impor.

Melalui hilirisasi, Jahira dapat menjadi produk bernilai tambah tinggi yang lolos uji klinis.

Relevansi Jahira krusial di saat industri manufaktur obat mencari bahan baku lokal berkualitas, konsisten, dan berkelanjutan.

Mengintegrasikan Jahira ke lini produksi farmasi nasional akan memperkuat kemandirian industri herbal dan biofarmaka.

Sebagai The Pride of Indonesia, Jahira berpeluang besar dalam diplomasi global. Komoditas premium ini siap memperkenalkan kekayaan alam Nusantara di mata internasional.

>>> Kiehl's Tetap Jadi Andalan Beauty Enthusiast, Ini Alasannya

"Jika Korea Selatan sukses dengan 'Korea Negeri Ginseng', Indonesia harus berani mengampanyekan 'Indonesia, Rumah Jahira'," pungkas Prima Luna.