"Saat masuk, perdebatan antara dua rekan dan seorang dokter disebut sudah berlangsung. Saya kemudian ikut menanyakan bagaimana tindak lanjut penanganan pasien, standar pelayanan, dan kualitas pelayanan," ujar Veronika.

Veronika mengakui sempat mengucapkan 'panggil wartawan saja' dalam perdebatan itu. Namun ia membantah ucapan itu ditujukan kepada Dokter Icha.

"Terkait perkataan panggil wartawan saja.

Itu saya maksudkan sebagai usulan kepada salah satu rekan DPRD agar ada liputan eksternal dan investigatif terkait transparansi pelayanan kesehatan, evaluasi, dan perbaikan kualitas pelayanan.

Jadi, tidak ditujukan kepada personal atau pribadi," tutur Veronika.

Setelah itu, manajemen RSU Leona dan dokter lain datang memberikan penjelasan sehingga diskusi berlanjut hingga persoalan dapat diselesaikan.

Veronika mengeklaim kedua rekannya sudah meminta maaf kepada manajemen RS dan Dokter Icha.

Veronika menyatakan menghormati seluruh proses hukum yang tengah berjalan di kepolisian. Ia menegaskan siap memberikan keterangan jika dibutuhkan.

Polres TTU telah memeriksa rekan-rekan Dokter Icha yang berada di IGD saat dugaan intimidasi oleh tiga anggota DPRD TTU.

Icha diduga depresi berat hingga gantung diri.

Tiga anggota dewan yang akan diperiksa adalah Veronika Lake (PDIP), Norbertus Bani (PKB), dan Therensius Lazakar (Golkar).

>>> Liburan ke Thailand Wajib Isi THIM Mulai Agustus 2026

Kapolres TTU AKBP Eliana Papote menegaskan segera memanggil mereka untuk dimintai klarifikasi.