Victor menyebut dua pria yang mengaku sebagai anggota DPRD TTU mendatangi ruang perawatan dan menyampaikan protes dengan nada tinggi. Salah satu di antaranya disebut menunjuk wajah dr. Icha ketika meminta penjelasan.

Menurut keluarga, peristiwa tersebut berdampak pada kondisi psikologis almarhumah. Dr. Icha disebut masih merasakan ketakutan dan tekanan setelah insiden tersebut hingga akhirnya menjalani perawatan medis beberapa hari kemudian.

Anggota DPRD TTU Membantah Tuduhan Intimidasi

Dua anggota DPRD TTU yang disebut dalam laporan, Therensius Lazakar dan Norbertus Tubani, membantah telah melakukan intimidasi terhadap tenaga kesehatan.

Therensius menjelaskan keluarganya saat itu berada dalam situasi panik karena pasien yang merupakan keponakannya mengalami gigitan ular. Ia mengakui nada bicaranya sempat meninggi, namun menegaskan tidak memiliki niat mengintimidasi dokter maupun tenaga medis.

Ia mengatakan situasi berangsur kondusif setelah dokter memberikan penjelasan mengenai hasil pemeriksaan pasien serta ketersediaan serum antibisa ular di rumah sakit.

Norbertus juga menyampaikan bahwa dirinya bersama Therensius hanya meminta penjelasan mengenai kondisi pasien. Setelah memperoleh penjelasan, mereka mengaku telah menyampaikan permintaan maaf kepada pihak rumah sakit serta tenaga kesehatan yang bertugas.

Polisi Masih Melakukan Penyelidikan

Hingga saat ini kepolisian masih menangani kasus meninggalnya dr. Icha. Belum ada keterangan resmi dari penyidik yang mengaitkan kematian almarhumah dengan dugaan intimidasi yang sebelumnya menjadi perhatian publik.

Kasus tersebut memunculkan kembali perhatian terhadap pentingnya perlindungan bagi tenaga kesehatan saat menjalankan tugas profesional, sekaligus perlunya komunikasi yang baik antara tenaga medis dan keluarga pasien dalam situasi darurat.