Itu keputusan pelatih dan saya harus menghormatinya," katanya kepada AOL.

Ia menggambarkan suasana positif di dalam tim selama persiapan sebulan. "Suasananya tinggi.

in1

Tim bersenang-senang. Latihan intens tapi menyenangkan.

Kami saling bersaing," ujarnya.

Zendejas juga menyadari minat lintas batas yang ditimbulkan oleh partisipasinya di Piala Dunia. "Semoga mereka terus menonton," katanya.

Ia mengapresiasi dukungan penggemar di Meksiko, tempatnya bermain di Liga MX. "Saya sangat menghargai mereka.

>>> Penggemar Internasional Bagikan Emosi Beragam di Laga Argentina vs Yordania

Pesan-pesan mereka memberi saya kepercayaan diri untuk siap meski tidak bermain," ujarnya kepada The Guardian.

Sambil menunggu peran bermainnya, Zendejas menyempatkan diri mendukung rekan setim yang cedera seperti Christian Pulisic. "Kami membicarakan hal lain untuk mengalihkan pikirannya.

Saya dan dia akrab, dan ada pemain lain yang juga mendukungnya," katanya.

Dalam sesi tanya jawab cepat dengan US Soccer, Zendejas mengungkapkan kebiasaan santainya. "Saya baik-baik saja, siap tidur siang nanti," katanya.

Ia juga menggambarkan pengalaman pertamanya di Arthur M. Blank National Training Center.

"Sangat bagus. Saya tersesat kemarin, sebesar itu tempatnya," ujarnya.

Zendejas menyebut makanan sebagai hal favoritnya tinggal di Mexico City. "Pasti makanannya," katanya.

Ia merekomendasikan kawasan Roma dan La Condesa untuk dikunjungi karena banyak kafe dan restoran.

Ia mengaku sering menggunakan WhatsApp, Instagram, dan TikTok untuk berkomunikasi. Untuk alarm, ia memilih nada yang lebih lembut.

Suhu kamar favoritnya 69 derajat Fahrenheit.

Jika bisa memiliki kekuatan super, Zendejas ingin bisa membaca pikiran atau teleportasi. "Luar biasa bisa pindah tempat dalam sekejap, atau tahu apa yang orang pikirkan," katanya.

Ia bercanda tentang karier alternatif sebagai pegolf profesional. Di timnas, ia menilai Chris Richards, Tim Weah, dan Weston McKennie sebagai pemain yang paling peduli mode.