Korps Garda Revolusi Iran (IRGC) memperingatkan akan memperluas serangan jika aksi militer terhadap negaranya kembali dilakukan. "Jika agresi diulangi, respons kami akan lebih luas," demikian pernyataan IRGC.

Iran mengecam serangan Israel di Lebanon yang terjadi di tengah upaya perdamaian kawasan. Pemerintah Iran menyebut serangan brutal ini sebagai pelanggaran terang-terangan terhadap kesepakatan gencatan senjata sementara.

in1

Di Lebanon, pemimpin Hezbollah Naim Qassem menolak kesepakatan damai yang dimediasi AS antara Israel dan Lebanon. Qassem menyebut perjanjian itu sebagai 'memalukan, memalukan, dan penyerahan kedaulatan.'

Sementara itu, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu justru menyebut kesepakatan tersebut sebagai langkah bersejarah sekaligus 'pukulan bagi Iran dan Hezbollah.'

Analis dari Royal United Services Institute H.A.

Hellyer menilai Iran kemungkinan tetap akan melakukan tekanan terbatas di sekitar Selat Hormuz tanpa memicu perang berskala penuh.

>>> Luka Modric Cetak Rekor Assist Tertua di Piala Dunia 2026

"Iran kemungkinan akan melanjutkan aktivitas koersif berskala rendah di sekitar Selat Hormuz untuk menciptakan tekanan yang terus-menerus terhadap pelayaran internasional tanpa memicu konflik yang lebih besar," ujar Hellyer.