Land Rover secara resmi menarik lebih dari 250.000 unit SUV di Amerika Serikat karena masalah yang dapat menghambat pengembangan airbag.

Penarikan ini diumumkan oleh National Highway Traffic Safety Administration (NHTSA) dan mencakup model Defender (2020-2026), Discovery (2021-2026), serta Range Rover (2022-2026).

in1

>>> Washington Jadi Negara Bagian Paling Hemat untuk Pengemudi EV, Tapi Premi Asuransi Menggerus Tabungan

Total kendaraan yang terdampak mencapai 250.857 unit. Masalahnya terletak pada konektor clockspring airbag pengemudi yang dapat mengalami korosi.

Korosi ini dapat menyebabkan airbag tidak mengembang dengan benar atau bahkan gagal mengembang sama sekali saat dibutuhkan.

Penyelidikan dan Temuan

Pada Agustus 2025, Land Rover melihat peningkatan klaim garansi terkait lampu peringatan airbag. Hal ini memicu penyelidikan yang kemudian menemukan oksida pada pin konektor clockspring yang dikembalikan.

Perusahaan juga menemukan fretting corrosion dan menyimpulkan bahwa kondisi ini dapat menyebabkan peningkatan resistansi pada sirkuit airbag pengemudi, yang berpotensi membuat airbag gagal mengembang.

>>> EarthRoamer XV-SX Seharga Rp17 Miliar Dipasarkan dengan Keurig Rp1,4 Juta

Meski demikian, Land Rover belum menerima laporan tentang airbag yang tidak mengembang di Amerika Serikat.

Analisis teknik menunjukkan bahwa lampu peringatan airbag akan menyala setidaknya 300-400 mil sebelum potensi kegagalan terjadi.

Menariknya, perbaikannya cukup sederhana: mengoleskan gel pelumas pada terminal konektor airbag. Gel ini akan melindungi konektor dari korosi.

>>> Chrysler Hanya Punya Satu Model, Crossover di Bawah $40.000 Jadi Rencana Kebangkitan

Namun, saat ini belum ada solusi di tingkat dealer. Pemilik akan menerima surat pemberitahuan awal pada Agustus, dan surat kedua akan dikirim saat gel pelumas tersedia.