Sampah non-organik dipilah dan disalurkan ke bank sampah, sementara sampah organik diolah menjadi pakan maggot, ayam, ikan, hingga kompos.

"Di tempat kami tidak ada yang namanya sampah. Semuanya dimanfaatkan dan berputar menjadi sumber daya baru," jelasnya.

in1

Kunci keberhasilan adalah perubahan pola pikir masyarakat. Warga dilibatkan sebagai perancang dan pelaksana program sehingga tercipta rasa memiliki.

Fasilitas pendukung yang dibangun antara lain kolam ikan, kandang ayam pengolah sampah organik, sumur artesis, PLTS, CCTV lingkungan, dan jadwal piket gotong royong.

Dikenal Hingga Mancanegara

Berkat program tersebut, kampung mereka dikunjungi banyak pihak dari berbagai negara.

"Banyak negara luar datang ke sini, ada Korea Selatan, Singapura, Amerika, Belanda, dan lainnya karena melihat komitmen kami menjaga lingkungan," kata Taufiq.

Ia menjelaskan bahwa apa yang dilakukan merupakan wujud pelaksanaan Undang-Undang Lingkungan Hidup Pasal 70 Ayat 1 tentang hak dan kesempatan menjaga lingkungan.

"Ini adalah media pencegah krisis planet. Kalau di Google Maps ketik 'pencegah krisis planet', ini yang dilihat Tiongkok untuk mengundang kami," tambahnya.

Dampak Nyata bagi Lingkungan

Langkah Taufiq memberikan dampak nyata. Kawasan yang sebelumnya gersang kini terasa lebih asri dan hijau.

Lina, salah satu pengurus RT, mengatakan lingkungan menjadi lebih hijau dan asri, serta membuka peluang usaha melalui penjualan olahan lele.

>>> Cara Cek BPJS PBI Aktif atau Tidak Tahun 2026 Lewat HP

Nita, pengurus RT lainnya, menilai lingkungan kini lebih bersih, nyaman, dan ramai dikunjungi. Kehadiran tamu mendorong UMKM warga yang menjual abon lele, kue, hingga souvenir.