>>> Fenomena Warga China Ramai-Ramai Masuk Islam, Ini Alasannya

Melalui mekanisme tersebut, investor di Hong Kong dapat memiliki eksposur terhadap saham EMAS tanpa mengubah struktur kepemilikan ekonomi perusahaan.

in1

Perseroan juga memastikan seluruh HDR yang diterbitkan tetap memenuhi ketentuan free float.

Tidak ada satu pun pemegang HDR yang menguasai lebih dari 5% dari total HDR yang beredar sehingga status kepemilikan publik tetap sesuai dengan aturan pasar modal Indonesia.

Tak Ada Dilusi Saham

Merdeka Gold Resources menegaskan transaksi ini tidak menimbulkan dilusi bagi pemegang saham lama.

Pasalnya, pemegang saham pengendali, PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA), tidak menjual sahamnya dalam penawaran global tersebut.

Dengan demikian, modal ditempatkan Perseroan tetap tidak berubah dan struktur kepemilikan eksisting tetap terjaga.

Langkah ini difokuskan untuk memperluas basis investor internasional tanpa mengurangi kepemilikan para investor yang telah ada.

Investor Global Berebut Masuk

Penawaran HDR Merdeka Gold Resources berhasil menarik minat sejumlah investor kelas dunia, baik dari sektor pertambangan maupun lembaga investasi global.

Dari kelompok investor strategis, sejumlah nama besar ikut berpartisipasi, antara lain Wanguo Gold Group Limited, CNGR Hong Kong Material Science & Technology Co. Limited, Mercuria Holdings (Singapore), Trafigura, Glencore International AG, hingga Intera Mining Investment Limited yang merupakan anak usaha JCHX Mining Management.

>>> Daftar Lengkap Lokasi SPKLU di Medan untuk Tipe Pengecasan Medium

Sementara dari kalangan investor keuangan, terdapat Ping An of China Asset Management (Hong Kong), GF Fund Management, Eurus Holdings SPC (ORIX), Dymon Asia Multi-Strategy Investment Master Fund, dan Wind Sabre Fund SPC.