Data OPEC menunjukkan produksi minyak Irak pada Mei hanya mencapai sekitar 1,48 juta barel per hari, turun tajam dibandingkan hampir 4,2 juta barel per hari pada Februari sebelum jalur ekspor melalui Selat Hormuz terganggu.

Di sisi lain, juru bicara pemerintah Irak Haider al Aboudi mengatakan pemerintah tengah berupaya memulihkan kapasitas ekspor minyak sepenuhnya dan menargetkan produksi minyak meningkat menjadi 7 juta barel per hari dalam beberapa tahun mendatang.

in1

Ancaman Irak muncul di tengah proses peninjauan kapasitas produksi seluruh anggota OPEC+ untuk menentukan basis kuota produksi minyak pada 2027.

Hasil peninjauan tersebut akan menjadi acuan penetapan kuota produksi masing-masing negara anggota di masa mendatang.

>>> Daftar Pemain Termuda di Piala Dunia 2026, Gilberto Mora Masih 17 Tahun

Reuters melaporkan harga minyak dunia sempat memperpanjang pelemahannya dan diperdagangkan di bawah US$73 per barel setelah laporan mengenai ancaman Irak keluar dari OPEC mencuat.