Gelang dan kalung korban tidak ada di tubuhnya. Anting sebelah kiri lepas, diduga akibat benturan benda tumpul.

Hanya anting kanan dan cincin di tangan kiri yang diserahkan kepada keluarga.

in1

>>> Daftar 8 Tim yang Tersingkir dari Piala Dunia 2026

Dompet dan ponsel korban masih aman dan telah diamankan penyidik. Risang meyakini ponsel korban menjadi kunci utama polisi untuk mengidentifikasi pelaku.

"Kami yakin polisi sudah memindai HP korban dan sudah mengetahui petunjuknya. Pasti ditemukan nomor yang paling dihubungi pada tanggal itu atau dalam satu minggu terakhir," kata Risang.

Dari keseluruhan fakta, Risang meyakini tempat kejadian perkara (TKP) sebenarnya bukan di Bandara Juanda.

Lokasi itu hanya digunakan pelaku untuk membuang jenazah korban yang sudah meninggal lebih dulu di tempat lain.

Ia juga menanggapi hasil autopsi sementara yang menunjukkan adanya indikasi kekerasan dan kematian tidak wajar.

"Ada indikasi kekerasan dan indikasi kematian yang tidak wajar, lazim ditemukan pada korban mati lemas, kekurangan oksigen, asfiksia," ujarnya.

Risang menambahkan, penyidik telah memberi informasi bahwa pelaku sudah teridentifikasi, meski belum ada pengumuman resmi. "Kabarnya hanya mengatakan sudah teridentifikasi," ujarnya.

Sementara itu, Polresta Sidoarjo masih mendalami penemuan mayat perempuan di dalam mobil Toyota Innova hitam di Terminal 1 Bandara Juanda pada Rabu (24/6).

Kasat Reskrim Polresta Sidoarjo, AKP Siko, mengatakan tim telah diterjunkan untuk penyelidikan.

Tim Inafis dan Polsek Sedati dikerahkan ke lokasi. Jenazah telah dibawa ke RS Pusdik Bhayangkara Porong Sidoarjo untuk identifikasi.

Mayat pertama kali ditemukan oleh sejumlah driver taksi online yang mangkal di Bandara Juanda pada siang hari.

Mereka curiga karena mobil mengeluarkan bau busuk dan meneteskan cairan tak lazim.

>>> Link Live Streaming Turki vs AS di Piala Dunia 2026

General Manager Bandara Internasional Juanda, Muhammad Tohir, mengatakan pihaknya mendukung penuh proses investigasi kepolisian.