>>> Dorit Kemsley Abaikan Kritik Boy George soal PK

Material seperti semen, baja, dan aluminium memiliki jejak karbon signifikan, sehingga material berbasis kayu menjadi perhatian.

in1

NiTO menyatakan bloknya terbuat dari 100% kayu solid tanpa aditif atau perekat, dan dapat didaur ulang sepenuhnya di akhir masa pakainya.

Sertifikasi dari Institut Teknologi Bangunan Jerman (DIBt) mengizinkan konstruksi hingga dua lantai plus loteng.

Sistem ini cocok untuk rumah keluarga tunggal, bangunan multifungsi kecil, garasi, rumah liburan, bengkel, dan proyek komersial kecil.

Namun, tidak berlaku untuk menara tinggi atau semua jenis lokasi.

Inovasi ini merupakan konstruksi kering, berbeda dengan bata dan beton yang bergantung pada material basah, waktu pengeringan, dan tenaga kerja khusus.

Blok NiTO tiba di lokasi siap dipasang seperti kit terencana.

Perusahaan mengatakan blok ini bahkan dapat digunakan oleh non-profesional setelah pengenalan singkat, meskipun bangunan nyata tetap memerlukan desain, persetujuan, dan pengawasan yang kompeten.

Sistem blok kayu juga dapat mengubah suasana lokasi konstruksi. Lebih sedikit mortar berarti lebih sedikit kekacauan, penundaan pengeringan, dan material yang sulit dipisahkan.

Aspek ekonomi sirkular menjadi penting karena blok dapat dikembalikan ke siklus material setelah digunakan.

Meskipun demikian, bata belum sepenuhnya tergantikan. Beton, baja, dan material konvensional tetap penting untuk fondasi, basement, gedung tinggi, lokasi rawan banjir, dan infrastruktur.

>>> Duel Sengaja Kanguru di Halaman Belakang Rumah Pria Australia

Yang ditunjukkan NiTO adalah cara berpikir berbeda tentang konstruksi bertingkat rendah.