"Para pengusaha itu bohong. Katanya dia jual 1.000 ton, dia lapor hanya 500 ton.

Artinya apa? Artinya negara rugi," ujarnya.

in1

Berdasarkan data yang dipaparkan, Indonesia disebut mengalami kerugian hingga US$908 miliar atau sekitar Rp16.244 triliun selama 34 tahun akibat praktik tersebut.

"Setelah kita hitung, ini angka kembali lagi dari PBB, kita telah rugi US$908 miliar selama 34 tahun atau Rp15 ribu triliun," kata Prabowo.

Ia juga mengungkapkan para ahli memperkirakan kebocoran ekonomi Indonesia saat ini masih mencapai sekitar US$150 miliar per tahun atau setara Rp2.500 triliun hingga Rp2.600 triliun.

Karena itu, pemerintah tengah berupaya menutup berbagai celah yang menyebabkan hilangnya potensi penerimaan negara.

"Kebocoran kita, kita hitung para ahli hitung sekarang adalah kurang lebih US$150 miliar tiap tahun, Rp2.500 triliun tiap tahun.

Dan ini sedang saya perbaiki semua," ujarnya.

>>> Mayat Perempuan Ditemukan di Mobil di Parkir Bandara Juanda

Di sisi lain, pemerintah sebelumnya memang sempat mengumumkan rencana peningkatan kesejahteraan guru. Namun hingga pertengahan 2026 belum ada kebijakan baru terkait kenaikan gaji guru maupun PNS.