>>> Gaya Celana Koboi ala Karakter Favorit Yellowstone

Negara yang Terdampak

Kaspersky mengidentifikasi korban di beberapa negara, termasuk Malaysia (jumlah korban terbanyak), Brasil, Singapura, Taiwan, dan Vietnam. Laporan teknis lengkap tersedia di Securelist.

Rekomendasi Kaspersky

in1

Kaspersky menyarankan pengguna untuk berhati-hati saat menerima lampiran tak terduga melalui WhatsApp, meskipun tampak berasal dari kontak yang dikenal.

Pengguna juga tidak boleh membuka jenis file skrip atau eksekusi seperti . vbs, .

vbe, . exe, .

bat, . cmd, .

js, dan . ps1 kecuali keabsahannya telah diverifikasi secara independen.

Selain itu, gunakan solusi keamanan yang kuat di semua komputer dan perangkat seluler, seperti Kaspersky Premium, yang akan memperingatkan dan mencegah infeksi.

Fareed Radzi, Security Researcher di Kaspersky GReAT, mengatakan bahwa dalam kampanye ini, penyerang mengeksploitasi kepercayaan dalam platform perpesanan dengan menggunakan akun WhatsApp yang disusupi untuk mengirim lampiran berbahaya yang tampak berasal dari kontak dikenal.

Nama file disamarkan sebagai dokumen bisnis rutin dan dilokalkan dalam berbagai bahasa untuk mendukung penargetan luas.

>>> Rayakan National Kissing Day, Para Selebriti Pamer Kemesraan

Setelah dibuka, lampiran memicu rantai infeksi bertahap yang secara diam-diam mengambil dan menjalankan komponen berbahaya tambahan dari infrastruktur eksternal.