Brigjen TNI Yuniar Dwi Hantono, S.Sos., M.Si., M.Sc resmi mengemban jabatan sebagai Komandan Korem (Danrem) 072/Pamungkas di bawah Kodam IV/Diponegoro. Penunjukan ini mulai berlaku pada Juni 2026, menggantikan pejabat sebelumnya yang kini mendapat penugasan baru di lingkungan TNI.

Perwira tinggi lulusan Akademi Militer (Akmil) 1997 dari kecabangan Artileri Medan (Armed) ini dikenal memiliki pengalaman panjang di bidang teritorial maupun staf. Selain itu, ia juga tercatat memiliki rekam jejak pendidikan dan penugasan internasional yang memperkuat kapasitas kepemimpinannya.

Perjalanan Karier Militer

in1

Dalam perjalanan kariernya, Brigjen TNI Yuniar Dwi Hantono menempati sejumlah posisi strategis di berbagai satuan. Ia pernah menjabat sebagai Dandim 1304/Gorontalo, kemudian dipercaya memimpin Danmen Armed 2/Sthira Yudha, hingga mengisi posisi di lingkungan Pusat Kesenjataan Artileri Medan.

Kariernya terus berlanjut ketika ia menjabat sebagai Kasrem 152/Baabullah di Kodam XV/Pattimura. Sebelum promosi menjadi Danrem 072/Pamungkas, ia juga bertugas sebagai Paban VIII/Binkumtaltibprot di lingkungan Staf Personel Angkatan Darat.

>>> 11 Perempuan yang Berani Berhenti Mencukur Bulu Tubuh

Pengalaman Pendidikan dan Penugasan Internasional

Selain pengalaman struktural di dalam negeri, ia juga disebut memiliki latar belakang pendidikan militer global. Pada 2025, ia mengikuti program pendidikan pertahanan di Inggris sebagai bagian dari delegasi Mabes TNI. Pengalaman ini memperkuat wawasan strategis serta kemampuan diplomasi pertahanan yang dimilikinya.

Dengan kombinasi pengalaman lapangan dan pendidikan internasional tersebut, ia dinilai memiliki kesiapan dalam memimpin satuan teritorial strategis di wilayah Yogyakarta dan sekitarnya di bawah komando Kodam IV/Diponegoro.

Insiden Mandiri Jogja Marathon 2026

Di sisi lain, perhatian publik juga sempat tertuju pada gelaran Mandiri Jogja Marathon 2026 yang berlangsung di kawasan Candi Prambanan. Dalam ajang tersebut, terjadi insiden ketika seorang pria yang diduga ajudan salah satu peserta dihentikan oleh petugas lintasan karena tidak menggunakan nomor identitas resmi atau BIB.

Petugas atau marshal di lapangan tetap menegakkan aturan ketat demi menjaga sportivitas lomba. Situasi sempat memanas ketika peserta yang bersangkutan mencoba memberikan klarifikasi terkait statusnya sebagai undangan resmi penyelenggara.

Meski demikian, aturan tetap dijalankan tanpa pengecualian. Pria tersebut akhirnya tidak diizinkan melanjutkan lomba tanpa registrasi resmi, sementara peserta utama tetap melanjutkan perlombaan sesuai ketentuan.

Peristiwa ini kemudian menjadi sorotan publik setelah beredar luas di media sosial. Banyak pihak memberikan apresiasi terhadap sikap tegas petugas yang dinilai konsisten menegakkan regulasi demi keselamatan dan integritas kompetisi.