Nilai-nilai tersebut erat kaitannya dengan qana’ah karena menuntun seseorang untuk tetap berada di jalan pertengahan dan tidak terjebak dalam sikap berlebihan.

Pelajaran dari Ibadah Haji dan Kurban

Menjelang datangnya momentum ibadah haji dan Idul Adha, umat Islam diajak merenungkan kembali makna kepasrahan kepada Allah SWT. Banyak kisah menunjukkan bahwa jalan menuju Baitullah dapat terbuka dari arah yang tidak pernah diduga sebelumnya.

in1

Firman Allah SWT dalam Surah At-Thalaq ayat 2 menegaskan bahwa siapa yang bertakwa akan diberikan jalan keluar serta rezeki dari arah yang tidak disangka-sangka.

Karena itu, keyakinan terhadap ketentuan Allah SWT perlu disertai usaha yang sungguh-sungguh dan hati yang lapang menerima keputusan-Nya.

Khutbah turut menyinggung ibadah kurban sebagai wujud ketaatan dan kepedulian sosial. Perintah kurban mengajarkan pengorbanan, keikhlasan, serta kesediaan berbagi rezeki kepada sesama.

Kisah Nabi Ibrahim AS dan Nabi Ismail AS menjadi teladan tentang kepatuhan yang lahir dari keimanan yang kuat. Dari peristiwa itulah syariat kurban terus dijalankan oleh umat Islam hingga sekarang.

Qana’ah Melahirkan Ketenangan

Dalam penutup khutbah ditegaskan bahwa qana’ah bukan berarti pasrah tanpa usaha. Sikap ini merupakan kemampuan menerima hasil setelah melakukan ikhtiar terbaik.

Qana’ah juga mencakup rasa syukur, sabar, tawakal, dan ikhlas terhadap ketentuan Allah SWT. Dengan sifat tersebut, seorang muslim akan lebih mudah merasakan ketenangan hati meski berada di tengah kondisi yang tidak menentu.

Umat Islam pun diajak menjadikan momentum Idul Adha sebagai sarana melatih diri agar semakin bersyukur, sabar, serta rela berbagi kepada sesama.