Jepang Nyalakan Pembangkit Osmosis Pertama di Asia, Manfaatkan Perbedaan Salinitas Air
Pembangkit ini tidak akan menerangi Tokyo, tetapi memiliki keunggulan dibanding panel surya dan turbin angin.
Ia dapat beroperasi siang dan malam, hampir tanpa tergantung cuaca, dengan tingkat utilisasi sekitar 90%.
Listrik yang stabil sangat berguna untuk kebutuhan sehari-hari seperti pengisian ponsel malam hari, operasi pabrik air sebelum fajar, dan pusat data yang tidak pernah tidur.
Fukuoka dipilih karena wilayah ini lama menghadapi tantangan pasokan air.
Mamizupia telah melayani wilayah metropolitan Fukuoka Raya sejak 2005, memproduksi sekitar 13,2 juta galon air tawar per hari untuk sekitar 250.000 orang.
>>> Coach Timo dan Jacksen F. Tiago Turun Gunung Cari Bakat Sepak Bola Putri di Women's Soccer Trilogy
Desalinasi memecahkan satu masalah tetapi menciptakan masalah lain: air garam pekat. Sebelumnya, Mamizupia mencampur air garam dengan limbah dari pabrik pengolahan limbah sebelum dibuang untuk melindungi ekosistem laut.
Kini, perbedaan salinitas antara kedua aliran limbah itu dimanfaatkan sebagai sumber energi. Sebuah perubahan kecil namun cerdas.
Ada tantangan. Osmosis telah menjanjikan selama puluhan tahun, tetapi janji saja tidak membayar tagihan listrik.
Perusahaan utilitas Norwegia Statkraft membuka prototipe osmosis di Tofte pada 2009, lalu menghentikan pengembangannya pada Desember 2013 karena dianggap tidak kompetitif dalam waktu dekat.
Peringatan itu masih membayangi setiap proyek osmosis baru. Fisikanya berhasil, tetapi ekonomisnya lebih sulit.
Analisis tahun 2021 di ACS ES&T Engineering memperkirakan biaya median tenaga gradien salinitas menggunakan air laut sekitar $2,37 per kilowatt-jam, jauh di atas yang dapat diserap pasar listrik.
Inti teknologi ini adalah membran.
Membran harus memungkinkan air melewati sambil menahan garam dan material lain, di bawah tekanan, dalam waktu lama, tanpa biaya mahal.
Update Terbaru
Revitalisasi Kompleks di Tianjin Dorong Ekonomi Malam
Senin / 22-06-2026, 00:02 WIB
Spanyol Unggul Tiga Gol Atas Arab Saudi pada Babak Pertama
Senin / 22-06-2026, 00:01 WIB
Kemeriahan Festival Perahu Naga Meriahkan Asia-Pasifik
Minggu / 21-06-2026, 23:56 WIB
Revitalisasi Sekolah di Nias, Murid Kini Belajar Lebih Nyaman
Minggu / 21-06-2026, 23:44 WIB
Toyota HiAce Rp290 Jualan: Ada Kamar Mandi dan Shower di Dalamnya
Minggu / 21-06-2026, 23:42 WIB
Spanyol Pesta Gol ke Gawang Arab Saudi, Oyarzabal Borong Dua Gol dalam 25 Menit
Minggu / 21-06-2026, 23:40 WIB
Spanyol Hajar Arab Saudi Tiga Gol di Laga Perdana Piala Dunia 2026
Minggu / 21-06-2026, 23:40 WIB
Manuel Neuer Pecahkan Rekor Penampilan Kiper Terbanyak di Piala Dunia
Minggu / 21-06-2026, 23:36 WIB
Liga TopSkor Greater Jakarta 2026 Rampung, Diikuti Ribuan Pemain
Minggu / 21-06-2026, 23:36 WIB
Timnas MLBB Indonesia Lolos ke Babak Utama Asian Games 2026
Minggu / 21-06-2026, 23:31 WIB
Julian Nagelsmann Kenakan Jam Mewah Rp68 Juta saat Jerman Lolos ke Babak Gugur Piala Dunia 2026
Minggu / 21-06-2026, 23:28 WIB
Nagelsmann Jadi Bahan Omongan Gegara Pakai Jam Tangan Mewah Saat Jerman Tekuk Pantai Gading
Minggu / 21-06-2026, 23:26 WIB
Trump: Tidak Ada Pungutan di Selat Hormuz Selama Gencatan Senjata dengan Iran
Minggu / 21-06-2026, 23:16 WIB
Selandia Baru vs Mesir: Duel Krusial di Grup G Piala Dunia 2026
Minggu / 21-06-2026, 23:08 WIB






