Khofifah juga menyampaikan apresiasi kepada PBNU, keluarga besar Pondok Pesantren Al Falah Ploso Kediri, para kiai, santri, relawan, dan seluruh panitia yang telah mempersiapkan penyelenggaraan Munas dan Konbes NU 2026.

Tiga Kebutuhan Mendesak NU

Sementara itu, Rais Aam PBNU K.

in1

H. Miftachul Akhyar menegaskan Nahdlatul Ulama menghadapi tantangan peradaban yang semakin kompleks sehingga membutuhkan lompatan strategis dalam menjalankan khidmat kepada umat.

Menurut dia, terdapat tiga kebutuhan mendesak yang harus diperkuat oleh jamiyah NU untuk menjawab tuntutan masa kini dan masa depan.

Pertama, membangkitkan kembali kesadaran sosial (dhamir ijtima'i) di tengah umat melalui langkah-langkah nyata yang berdampak langsung bagi masyarakat.

Kedua, membangun opini publik yang berlandaskan moral sehingga tumbuh kontrol sosial yang kuat dalam kehidupan bermasyarakat.

>>> Norwegia Larang AI Generatif untuk Siswa SD, Mulai Agustus 2026

Ketiga, memperkuat kualitas kepemimpinan yang berlandaskan semangat jihad dan ijtihad agar mampu menghadirkan solusi atas berbagai persoalan kontemporer yang dihadapi umat, bangsa, dan negara.

"Jamiyah kita yang terorganisasi ini, demi menghadapi tuntutan masa kini dan masa depan, berada dalam kondisi sangat membutuhkan tiga hal penting," ujar K.

H. Miftachul Akhyar.

Ia menekankan kepemimpinan dalam NU membutuhkan kesungguhan perjuangan, keluasan ilmu, kecerdasan, serta kemampuan memberikan keputusan yang tepat terhadap berbagai persoalan baru yang berkembang di tengah masyarakat.

Lebih lanjut, K.

H. Miftachul Akhyar menjelaskan jihad sebagai upaya mencurahkan seluruh kemampuan dan kesungguhan untuk meraih ketaatan kepada Allah SWT, tunduk pada hukum-Nya, serta melaksanakan perintah-perintah-Nya.

"Hal tersebut membutuhkan perjuangan (jihad) yang panjang lagi berat dalam melawan segala hal yang merongrong ketaatan tersebut," ujarnya.