Direktur Infovesta Utama, Wawan Hendrayana, menuding penurunan bobot Indonesia dalam indeks global sebagai penyebab utama aksi jual oleh dana investasi pasif.

Ia mengaitkannya dengan kondisi fundamental Indonesia seperti tekanan fiskal dan kurs, serta kekhawatiran atas arah kebijakan pemerintah.

in1

Meski menghadapi tekanan jangka pendek, Wawan memperkirakan indeks domestik bisa bangkit menuju level 6.500–7.000 didukung penurunan harga minyak global.

Managing Director Research Samuel Sekuritas Indonesia, Harry Su, memproyeksikan tiga skenario pergerakan indeks hingga akhir tahun 2026: bear case di level 5.700, base case di 6.600, dan bull case di level 7.300.

Pada perdagangan Jumat (19/6/2026), IHSG ditutup menguat 0,08% ke level 6.177,13.

>>> Real Madrid Bantah Rumor Dekati Winger Bayern Munich Michael Olise

Namun investor asing membukukan net sell Rp3,14 triliun di pasar reguler, sehingga akumulasi net sell sejak awal tahun mencapai Rp79,63 triliun.