>>> Brasil Tekuk Haiti 3-0 di Piala Dunia 2026, Cunha Bintang Lapangan

Kolaborasi dalam Dialogus menonjolkan proses berbagi pengetahuan antar-generasi seniman. Sementara itu, segmen Präctica menjadi ruang bagi praktik artistik dari para seniman individu.

in1

Para seniman dalam Präctica membawa beragam isu kontemporer yang relevan. Isu yang diangkat mencakup persoalan budaya, sejarah, lingkungan, hingga identitas sosial.

Sejumlah seniman dan kolektif seni turut terlibat dalam agenda besar ini. Mereka adalah Alyakha Kolektif, Atreyu Moniaga Project, Jessica Soekidi, hingga TEMPA.

Terdapat pula keterlibatan Dolorosa Sinaga yang berkolaborasi bersama Kelas Aktivisme Seni.

ARTJOG tahun ini juga memberikan penghormatan khusus kepada almarhum Radi Arwinda. Penghormatan dilakukan lewat presentasi karya untuk menyoroti praktik artistik sang seniman semasa hidup.

Program Pendukung dan Partisipasi Internasional

Selain pameran rupa, festival menghadirkan program performa•ARTJOG. Program tersebut menyajikan berbagai pertunjukan multidisiplin bagi para pengunjung.

Sejumlah seniman dari Indonesia, Prancis, dan Australia dijadwalkan tampil mementaskan musik, teater, hingga seni performans. Interaksi antara seniman dan publik diperluas melalui kehadiran berbagai program pendukung pameran.

Program tersebut meliputi Exhibition Tour, Meet the Artist, dan Love ARTJOG. ARTJOG 2026 juga kembali menghadirkan agenda ARTCARE Indonesia serta The Others Lab.

>>> Geely EX5 Siap Bersaing di Segmen SUV Listrik Indonesia Juni 2026

Rangkaian program ini menegaskan komitmen festival sebagai ruang inklusif untuk pertukaran gagasan masyarakat.