"Saya menyadari tindakan saya tersebut menunjukkan kurangnya pemahaman dan penghormatan terhadap nilai, adat, dan budaya. Saya memohon maaf yang sebesar-besarnya kepada keluarga Mangkunegaran, para budayawan, masyarakat Jawa, dan masyarakat Indonesia yang merasa kecewa dan tersinggung terhadap tindakan saya," ucapnya.

Setelah polemik mencuat, Rahadian mengatakan dirinya meluangkan waktu untuk mendengarkan berbagai masukan sekaligus melakukan refleksi diri. Ia menyebut kritik yang diterimanya menjadi bahan pembelajaran agar lebih memahami konteks budaya pada masa mendatang.

in1

"Beberapa waktu terakhir ini saya meluangkan waktu untuk refleksi diri, mendengarkan masukan, dan juga memahami perspektif yang diberikan masyarakat. Kritik dan saran yang diberikan akan saya jadikan pelajaran untuk menjadi pribadi yang lebih baik," tuturnya.

Rahadian juga berjanji tidak akan mengulangi tindakan serupa di kemudian hari.

"Saya juga berjanji untuk tidak melakukan dan mengulangi hal ini lagi," katanya.

Di akhir pernyataannya, ia kembali menyampaikan permohonan maaf kepada keluarga besar Mangkunegaran dan masyarakat yang merasa terluka akibat tindakannya. Ia sekaligus mengucapkan terima kasih kepada pihak-pihak yang telah memberikan kritik serta kesempatan untuk belajar dari kesalahan tersebut.

"Sekali lagi, saya mohon maaf kepada seluruh keluarga besar Mangkunegaran dan seluruh masyarakat yang pernah terluka atas tindakan saya ini. Saya juga ingin berterima kasih kepada seluruh pihak yang telah mengingatkan dan memberikan saya kesempatan untuk belajar dari kesalahan ini," ujar Rahadian.