Marsch menilai kebersamaan skuad Kanada sangat kuat. "You can see the brotherhood," imbuhnya.

Ia menegaskan target besarnya adalah membangun identitas baru sepak bola Kanada. "The big carrot was a home World Cup," tuturnya.

in1

Marsch yakin seluruh masyarakat Kanada tidak akan melupakan momen ini. "No-one will forget this.

No Canadian will forget this day," ucapnya.

Di pihak lawan, pelatih Qatar Julen Lopetegui mengakui kekalahan ini menjadi catatan terburuk Qatar di Piala Dunia.

"It was a tough match, because everything that could go wrong, did go wrong," keluhnya.

Lopetegui mengapresiasi perjuangan pemainnya meskipun harus bermain dengan sembilan orang. "The players did their best," katanya.

>>> Gibran Evaluasi Program MBG dan KDMP di Ende, Temukan Ruang Kelas Gelap

Kanada selanjutnya akan menghadapi Swiss untuk memperebutkan posisi juara grup, sementara Qatar bertemu Bosnia-Herzegovina di Seattle.