Di sisi lain, pandangan berbeda disampaikan oleh analis pasar modal yang menilai dampak sentimen ini sudah diantisipasi lebih awal oleh pelaku pasar.

Analis Mirae Asset Sekuritas Indonesia, Wilbert Arifin memandang hasil evaluasi aksesibilitas pasar oleh MSCI ini tidak memberikan kejutan negatif yang signifikan bagi para pemodal.

in1

"Isu ini sebenarnya sudah menjadi perhatian sejak Januari dan masih sesuai dengan ekspektasi pasar.

Tidak adanya penurunan yang lebih luas justru menjadi sinyal yang lebih penting," tulis Wilbert dalam risetnya.

Wilbert menambahkan bahwa kekhawatiran mengenai penurunan status Indonesia menjadi pasar perbatasan atau frontier market dinilai terlalu berlebihan karena Indonesia masih unggul dalam akses kepemilikan asing dibanding China dan India.

>>> Kanada Hajar Qatar 6-0 di Piala Dunia 2026, Kemenangan Bersejarah

Saat ini, para pelaku pasar sedang mengantisipasi pengumuman Annual Market Classification Review pada 23 Juni 2026 yang akan menentukan bobot saham Indonesia.